Ruhut: SBY Prakarsai Sinergi Antara KPK & Polri

|

Ruhut: SBY Prakarsai Sinergi Antara KPK & Polri

JAKARTA - Perseteruan antara KPK-Polri dalam penanganan kasus Simulator SIM mulai mereda. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat berusaha mendamaikan kedua institusi penegak hukum tersebut.

 

Hal itu, diamini Ketua DPP Bidang Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, yang terlihat hadir dalam acara buka puasa bersama antara Presiden SBY dan keluarga besar Polri.

 

Menurut Ruhut, buka puasa bersama ini merupakan safari Ramadhan Presiden SBY di kementrian-kementrian. Dia mengaku melihat Presiden memanggil Abraham Samad dan Jenderal Timur Pradopo usai salat Maghrib dan santap berbuka puasa bersama.

 

"Setelah salat Maghrib setelah kita makan, bapak (SBY) panggil Abraham dan Timur. Mereka ngobrol sebentar untuk bersinergi," jelas Ruhut kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

 

Kemudian, saat dikonfirmasi apakah masih tidak ada kepastian hukum terkait kasus yang menyeret beberapa perwira tinggi Polri tersebut, Ruhut mengatakan itu biar keduanya bersinergi. "Oh, tidak, kan biar mereka berdua saling bersinergi, yang penting bapak (SBY) memprakarsai, saya rasa sudah baik sekali tadi," terangnya.

 

Ruhut menceritakan, saat itu Abraham yang duduk tidak jauh dari Kapolri dipanggil oleh Presiden SBY untuk berbincang.

 

"Iya, jadi tadi duduk, pak Abraham sama duduk di meja dekat kita, Bapak Timur di sebelah kiri, bapak (SBY) berdiri panggil pak Timur dan Abraham, sudah itu saya kira tak jauh lagi dari sinergi. Sudah itu Bapak bersalaman bersama kedua belah pihak dan keuda pihak bersalaman," paparnya.

 

Anggota Komisi III DPR RI ini merasa sudah ada kesepakatan di antara KPK-Polri. Dia juga mengaku, Abraham Samad saat berdiskusi terlihat tenang. "Saya rasa itu adalah hal yang baik lah. Tidak tadi (Abraham) di dalam sangat cair," tegasnya.

 

Setelah reses nanti, Ruhut berjanji akan membicarakan mengenai keadaan KPK dan Polri terkait penanganan simulator SIM ini dan UU KPK. "Iya nanti UU KPK setelah reses ini akan kita bicarakan. Tapi yang penting pemberantasan korupsi sinergi antara KPK dan kepolisian kita harus dukung," simpulnya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Demokrat: Kebijakan Jokowi Langgar Prinsip Good Governance