Amien Rais Ragu KPK Tuntaskan Kasus Korupsi Simulator

Rabu, 08 Agustus 2012 21:34 wib | Bagus Santosa - Okezone

Ilustrasi (foto: Okezone) Ilustrasi (foto: Okezone) JAKARTA- Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais merasa pesimistis dengan penegakan hukum di Indonesia untuk masalah korupsi, termasuk kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas). Pasalnya, dia menilai banyak kasus korupsi yang ada di Indonesia tidak bisa diselesaikan, sekalipun kasus-kasus yang ditangani lembaga pemberantas korupsi, KPK.

"Saya pesimis. Tapi secara orang yang beriman saya masih tetap optimis, tapi kalau penegakan hukum di indonesia kita sangat pesimis," katanya dalam acara buka puasa bersama di Kantor DPP PAN yang baru di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Mantan Ketua MPR RI ini bahkan berharap ada kejutan besar dari KPK untuk menghilangkan rasa pesimistis tersebut. Namun, dia menganggap kejutan besar itu tidak mungkin bisa terjadi. "Tapi kan tidak pernah ada kejutan, karena negara dan bangsa ini tidak suka kejutan, kita itu sukanya yang adem-adem saja," ujarnya.

Pesimistis ini, kata Amin seakan seperti sudah terencana. Pemberitaan mengenai kasus korupsi akan mulai ramai selama lima hingga enam pekan namun setelah itu hilang dan tenggelam. "Sudahlah,  kasus besar di Indonesia seperti ini akan  bertahan di koran enam minggu setelah itu melempem dan hilang," kata dia.

Dia menyebutkan beberapa kasus yang ditangani KPK hingga saat ini tidak pernah selesai. Diantaranya, skandal BLBI, kasus Bank Century, Hambalang dan dugaan korupsi pengadaan simulator SIM Korlantas Mabes Polri. "Ini yang simulator juga nanti akan geger hanya selama lima minggu. Setelah itu akan ada kasus lagi, lalu dilupakan. Ya sudah seperti itu. Itulah kita. Tidak pernah ada penyelesaian. Semua serba unfinish, serba tidak akan selesai," jelasnya.

Amin bahkan membuat analogi sendiri untuk penegakan hukum di Indonesia. Dia menyebutnya seperti "Kucing melawan Tikus". Di mana penegak hukum dianggap Kucing dan pelaku korupsi dianggap Tikus.

"Ada rumus penegak hukum itu seperti kucing, pelaku korupsi seperti tikus. Kalau tikusnya kecil itu kucing berani, tapi kalau tikus got dan lebih gede dari kucing, itu kucingnya terbirit-birit,  itu analogi yang sering saya pakai," terangnya. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »