Beri Kesempatan Polri Usut Kasus Korupsi Vaksin Flu Burung

Ilustrasi

Beri Kesempatan Polri Usut Kasus Korupsi Vaksin Flu Burung
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edi meminta agar publik memberi kesempatan terhadap Polri untuk menangani kasus korupsi vaksin flu burung. Selain itu, masyarakat harus berprasangka baik terhadap sikap Polri untuk mengusut dugaan korupsi tersebut.
 
Menurutnya Polri selama ini sudah memiliki alasan dan bukti-bukti untuk menetapkan tersangka dan juga menyita pabrik vaksin itu.
 
"Tidak usah dicurigai. Biarkan berjalan dengan sendirinya dan waktu akan menjelaskan sendiri. Berikan kesempatan kepada Polri," ungkap Tjatur Sapto Edi, saat dihubungi, Rabu (8/8/2012).
 
Tjatur juga tidak mempermasalahkan kasus vaksin flu burung ini, sudah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2011 lalu. "Tidak masalah kasus yang sama ditangani dua institusi. Kita lihat saja siapa yang paling efektif," kata Tjatur.
 
Politikus PAN itu, tidak menyangkal dualisme penanganan kasus tersebut akan melahirkan benturan seperti dalam kasus Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM). Tjatur mengatakan kadang-kadang benturan anatar dua instasi penegak hukum itu diperlukan.
 
"Tidak apa-apa saling berbenturan. Kadang-kadang benturan itu diperlukan agar semakin lama semakin kuat. Asal jangan sering dan lama benturannya. Kalau kadang-kadang tapi sebentar maka akan semakin menyayangi sebagai bumbu persaudaraan," imbuhnya.
 
Seperti diketahui, Polri telah menyita sejumlah barang bukti berupa alat produksi vaksin flu burung serta uang Rp224 juta dan US$ 31.200. Polisi juga menetapkan pejabat pembuat komitmen berinisial TPS dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan menjadi tersangka.
 
Selain itu, salah satu perusahaan pemenang tender yakni, PT Anugerah Nusantara juga disebut-sebut milik Anas Urbaningrum dan M. Nazaruddin.
(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Putri Jokowi Terlambat Tes CPNS