Yudha, Lulusan Termuda dengan IPK Sempurna

|

Foto : Unpad

Yudha, Lulusan Termuda dengan IPK Sempurna

JAKARTA - Siapa sangka mahasiswa pemalas seperti Prama Yudha Amdan Nur Putra justru berhasil lulus dengan predikat lulusan termuda program sarjana dengan usia 20 tahun 11 bulan dalam Wisuda Gelombang IV Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung tahun ajaran 2011-2012. Tidak hanya itu, Yudha pun mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) cumlaude dengan nilai sempurna 4,00.

Menurut mahasiswa Ilmu Komunikasi ini, mencintai ilmu dan percaya pada Tuhan menjadi kuncinya meraih dua predikat prestisius tersebut. “Sejujurnya teman saya jauh lebih rajin daripada saya. Saya termasuk orang yang pemalas sebetulnya. Mungkin itu jalan dari Tuhan,” kata Yudha, seperti dilansir dari laman Unpad, Rabu (8/8/2012).

Ilmu komunikasi awalnya bukan salah satu bidang minat yang ingin ditekuni Yudha. “Awalnya, saya memiliki persepsi kalau komunikasi itu sekadar ilmu untuk ngomong saja. Itu yang membuat saya tidak terlalu excited. Tapi setelah menekuni akhirnya saya tahu bahwa ilmu komunikasi lebih dari itu,” ujarnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini pun menemukan momentum cinta terhadap ilmu komunikasi setelah setahun lebih berada di kampus. Ketika mendalami ilmu komunikasi yang sebenarnya, dia justru merasa ilmu tersebut sangat menyenangkan.

Di luar aspek keilmuan, mahasiswa angkatan 2008 ini mengaku mendapat banyak manfaat lain selama perkuliahan. Terlebih pengalaman hidup yang diraih di kampus. “Di sini saya belajar bagaimana rasanya punya teman, karena dulu saya pernah punya pikiran hidup saya ya hidup saya. Tapi setelah di sini, saya mendapat banyak ilmu moral,” papar Yudha.

Dari hal positif dan negatif yang dijalaninya selama kuliah, Yudha berpesan pada mahasiswa lain agar jangan pernah putus asa dalam menjalani hidup. Dia mengimbau agar mereka tidak menjadikan kegagalan sebagai halangan untuk meraih hasil terbaik “Yakinkan diri kalau kita itu bisa, karena saya juga beberapa kali pernah gagal,” imbuh pemuda kelahiran 27 Juli 1991 itu.

Sementara itu, kedua orangtua Yudha, Sofiani Hariani dan Amdan Nur Datuak Paduko Sati Nan Mudo merasa sangat bangga atas prestasi yang telah diraih anak lelaki semata wayangnya ini. Mereka berharap, prestasi yang diraih anaknya tidak terhenti di sini.

“Saya bangga dengan prestasi anak saya. Pesan saya agar dia tetap jujur, rendah hati, dan jangan berhenti berkarya,” tutur Sofiani.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Motor Listrik Berwujud Sepeda Seharga Rp76 Jutaan