Bantu Rohingya, Jusuf Kalla Berangkat ke Myanmar

|

Foto: (dok okezone)

Bantu Rohingya, Jusuf Kalla Berangkat ke Myanmar

JAKARTA- Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla akan berangkat ke Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusian kepada etnis Rohingya. Kedatangan JK, sapaan Jusuf Kalla, dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

 

Sebelum keberangkatannya, JK juga bertemu dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Ruang Mahar Mardjono l Gedung Adhyatma, Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

 

"Besok pagi kita akan berangkat ke Rohingya," kata JK di Gedung Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kamis (9/8/2012).

 

Dijelaskan JK, dalam keberangkatannya tersebut, dia akan membawa tim dari Palang Merah Indonesia sebanyak 10 orang. Namun, dia tidak menjelaskan secara spesifik siapa saja yang tergabung ke dalam tim tersebut.

 

"Nanti kita bawa tim ada sepuluh orang," singkatnya

 

Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid (DMI) Indonesia, ini dinilai sanggup menangani konflik di Indonesia, seperti di Aceh dan Poso.

 

Sebelumnya, JK mengatakan masalah kemanusian yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar agar segera diselesaikan. Politisi senior Golkar ini mengatakan ada baiknya masalah Rohingya diselesaikan sendiri oleh internal Myanmar.

 

"Ada hal-hal tertentu masalah dalam negeri suatu negara yang negara lain tidak bisa masuk, dan perlu ada pembicaraan," ujarnya disela-sela acara buka puasa bersama di kediamannya, Minggu, 5 Agustus 2012.

 

Dia mencontohkan, seperti kasus Poso dan Ambon, masalah kemanusian seperti itu baiknya diselesaikan oleh negaranya sendiri. "Sama ketika kita terjadi dulu di Ambon dan di Poso, saya dulu juga tidak menginginkan negara lain masuk. Karena kalau masuk itu malah memperkeruh. Nah ini bukan Indonesia yang tidak mau (membantu), tapi Myanmar yang tidak mau (diberi bantuan)," jelasnya.

 

Kendati demikian, dia mengatakan selama ini Myanmar membuka diri terkait kasus kemanusian di Rohingya. Komunikasi, kata dia, dilakukan lewat Palang Merah Internasional (PMI) dan PBB. "Mereka sudah terbuka. Dari UN sudah masuk, palang merah juga,"pungkasnya.

 

(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Korban Tukang Ojek Mesum Dipaksa Nonton Film Porno