Abraham Samad: Tunggu Tanggal Mainnya!

|

Abraham Samad (foto: Okezone)

Abraham Samad: Tunggu Tanggal Mainnya!

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 'terbelah' dalam melihat soal menteri aktif yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

Ketua KPK, Abraham Samad, membenarkan wakilnya, Bambang Widjojanto, yang menyebut memang sedang membidik seorang menteri menjadi tersangka kasus korupsi.

"Tunggu saja tanggal mainnya," ungkap Abraham Samad ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Abraham menegaskan, KPK tidak akan main tebang pilih dalam menentukan status tersangka seseorang. Menurut Abraham, apabila penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup siapapun bisa berstatus tersangka meskipun punya jabatan menteri. "Siapapun, selama ada dua alat bukti," kata dia.

Dalam diskusi media bertajuk Eksistensi KPK Dalam Pemberantasan Korupsi Indonesia, di kantor KPK, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengatakan sedang membidik menteri aktif yang diduga korupsi. "Beri kami waktu setengah tahun lagi, cita-cita itu terwujud," ujar Bambang, Selasa 7 Agustus lalu.

Bambang menyatakan, hal itu menanggapi Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, yang didaulat menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. Pram, sapaannya, mengatakan KPK harus berani menjerat para pejabat aktif bila terlibat dalam sebuah kasus korupsi.

Saat ditanyai siapakah menteri yang dimaksud, Bambang menolak mengungkapnya. Bambang juga berkilah mengaitkan si menteri itu dalam kasus korupsi pengadaan proyek gedung olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat. "Jangan dulu lah. Nanti menjadi provokasi," ujar dia.

Namun, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, meralat pernyataan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. Berita ralat itu diungkap Johan sebelum dibantah Abraham Samad. "Pak Bambang menyatakan hal itu karena sedang menjawab pertanyaan mengapa KPK tidak menetapkan menteri sebagai tersangka saat masih aktif," ungkap Johan Budi di KPK, Jakarta, kemarin.

Johan meminta pernyataan Bambang Widjojanto itu disimpulkan bahwa KPK sedang membidik status tersangka kepada seorang menteri aktif. "Jadi tidak bisa disimpulkan KPK akan menetapkan menteri aktif sebagai tersangka," ujar Johan.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pedagang Buah Tewas Dibacok