Lika-liku Kisruh Kepemimpinan di UI

|

Ilustrasi: ist.

Lika-liku Kisruh Kepemimpinan di UI

JAKARTA - Kisruh kepemimpinan di Universitas Indonesia (UI) bergulir sejak pertengahan tahun lalu. Menjelang habisnya masa jabatan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri pada 14 Agustus 2012, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pun menunjuk Dirjen Dikti Kemendikbud Djoko Santoso sebagai pejabat sementara (Pjs) rektor UI.

Sebagai Pjs rektor UI, Djoko bertugas memimpin UI hingga terpilihnya rektor definitif yang akan menggantikan Gumilar. Dijadwalkan, pada Oktober UI telah memiliki rektor baru.

Berikut penelusuran Okezone seputar kisruh kepemimpinan di kampus UI.

23 Desember 2011

Pertemuan antara Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, Majelis Wali Amanat (MWA), dan Mendikbud M Nuh menetapkan bahwa akan dibuat tim transisi yang akan mengurusi segala kebutuhan kelembagaan UI.

30 Desember 2011

Tim transisi UI rampung. Tim transisi akan bertugas menyiapkan SAU baru yang berwenang memilih anggota MWA baru. Nantinya, MWA baru yang akan memilih rektor untuk periode berikutnya.

13 Februari 2012

UI memiliki Senat Akademik Universitas (SAU) baru. Para anggota SAU ini akan menjabat untuk periode 2012–2013 sesuai dengan SK Majelis Wali Amanat (MWA) No 002/SK/MWA-UI/2012. Mereka juga akan memilih para anggota MWA UI periode masa transisi.

27 April 2012

Anggota MWA UI periode masa transisi terpilih dengan ketua Said Aqil Siraj. Tugas MWA UI adalah memilih rektor baru sambil memastikan kegiatan operasional di UI berjalan seperti biasa. MWA UI akan bertugas hingga September 2013. 

12 Juni 2012

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengeluarkan putusan sela yang salah satu klausulnya berbunyi, semua kegiatan di UI tidak boleh dilakukan sampai ada keputusan dari PTUN, termasuk pemilihan rektor.

20 Juni 2012

Pendaftaran bakal calon rektor UI dibuka hingga 30 Juni 2012. Namun, agenda utama di kampus kuning tersebut sepi peminat. Pada rencana pemilihan rektor UI ini, klarifikasi, verifikasi, dan seleksi administrasi dijadwalkan pada 20 Juni–12 Juli 2012. Agenda tanggapan masyarakat dijadwalkan pada 21 Juni–15 Juli 2012. Kemudian, seleksi di SAU akan digelar pada 23–26 Juli 2012, dan seleksi di MWA pada 7 Agustus 2012.

25 Juni 2012

Fakultas Teknik (FT) UI menggelar konvensi guna menentukan siapa calon yang akan mereka usung dalam pemilihan rektor UI.

26 Juli 2012

Rapat MWA menghasilkan tiga poin penting. Pertama, pada saat masa bakti rektor habis pada 14 Agustus 2012, maka MWA UI meminta Mendikbud menunjuk pejabat eselon satu Kemendikbud untuk menjabat sebagai rektor sementara di UI.

Kedua, MWA meminta rektor UI memilih dekan yang telah habis masa baktinya sudah berakhir sesuai dengan ketentuan pemilihan yang berlaku.

Ketiga, MWA UI akan melakukan pemilihan rektor UI pada Agustus hingga Oktober mendatang.

27 Juli 2012

MWA memberikan surat kepada Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri untuk memilih dekan bagi semua dekan yang telah habis masa jabatannya. Jabatan dekan kemudian diemban Pjs yang bertugas memilih dekan baru.

Surat MWA ini diterjemahkan Gumilar sebagai lampu hijau untuk memecat sembilan dekan di lingkungan UI, termasuk satu ketua program pascasarjana.

31 Juli 2012

Sejumlah dekan menerima surat pemberhentian mereka dari rektor UI, salah satunya Dekan Fakultas Teknologi Bambang Sugiarto.

3 Agustus 2012

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UI "memecat" Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri. BEM se-UI menilai, Gumilar telah memimpin UI dengan berbagai kebijakan kontroversial, termasuk memberhentikan sembilan dekan dan menaikkan biaya pendidikan profesi tanpa alasan yang jelas.

Menurut Ketua BEM UI Faldo Maldini,  aksi pemecatan tersebut menimbulkan kesemerawutan di tubuh UI pada berbagai level. Di tingkat mahasiswa, timbul kebingungan dan kecemasan tentang penetapan kelulusan dan kejelasan tentang siapa yang akan menandatangani ijazah mereka. Di level elite kampus, kesemerawutan ini lebih politis.

3 Agustus 2012

Secara tersirat, Gumilar menyatakan siap mencalonkan diri kembali sebagai rektor. Secara teoritis, semua jabatan di UI memang bisa dipegang selama dua periode.

3 Agustus 2012

Menanggapi keputusan Gumilar untuk mencalonkan diri kembali, BEM UI mengaku akan menggelar demonstrasi besar-besaran pada 12 Agustus jika Gumilar belum mundur dari kursi rektor. Rencana aksi ini termasuk menduduki rektorat hingga Gumilar mundur.

"Kami akan gelar demo akbar. Kami akan duduki rektorat, sampai menginap. Kalau perlu sahur on the road, tarawih juga di rektorat, hingga rektor Gumilar berhenti menjabat," ungkap Ketua BEM UI Faldo Maldini kepada wartawan usai aksi penggalangan tanda tangan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, Depok, Jumat (3/8/2012).

3 Agustus 2012

Sembilan dekan UI mengajukan mosi tidak percaya kepada Gumilar. Mosi tidak percaya ini merupakan buntut dari pemberhentian mereka sebagai dekan menjelang habisnya masa jabatan rektor UI 14 Agustus mendatang.

3 Agustus 2012

Mendikbud menegaskan, sembilan dekan UI tetap menjabat di fakultas masing-masing. Mendikbud juga mendorong Dirjen Dikti agar keputusan MWA ini menjadi sebuah badan tertinggi di UI sehingga pada 14 Agustus mendatang menjadi masa transisi yang bagus.

4 Agustus 2012

Gumilar menyangkal ingin kembali mencalonkan diri sebagai rektor UI. Dalam pernyataan tertulisnya melalui Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani, Gumilar mengatakan, meski belum terpilih rektor baru, dia tidak ingin masa jabatannya diperpanjang satu hari pun, demi menjaga netralitas dalam proses pemilihan rektor.

Dia juga mempersilakan MWA menunjuk Pjs rektor hingga terpilihnya rektor definitif pada Oktober mendatang.

7 Agustus 2012

Sejatinya, UI akan memilih rektor pada 7 Agustus. Tetapi, putusan sela PTUN yang menetapkan semua kegiatan di UI tidak boleh dilakukan sampai ada keputusan dari PTUN, termasuk pemilihan rektor, membuat panitia pemilihan rektor UI membatalkan agenda tersebut. Pemilihan rektor UI dijadwalkan ulang setelah gugatan ke PTUN dicabut anggota MWA CHusnul Mariyah.

8 Agustus 2012

Panitia pemilihan rektor UI membuka pendaftaran secara online. Masa pendaftaran akan berlangsung hingga 31 Agustus mendatang. Pada periode ini pula, masyarakat bisa memberikan tanggapan mereka tentang para bakal calon rektor yang mendaftar, yakni pada 21 Agustus hingga 12 September.

Seleksi nama bakal calon rektor di tingkat SAU akan dilakukan pada 24-27 September 2012. Seleksi di MWA digelar pada 9 Oktober 2012.

9 Agustus 2012

Mendikbud M Nuh menetapkan Dirjen Dikti Kemendikbud Djoko Santoso sebagai Pjs rektor UI. Djoko akan memimpin UI selama masa transisi hingga terpilihnya rektor definitif Oktober mendatang.

Penunjukan Djoko disambut baik oleh Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan M Anis. Dia mengaku, siap menjalankan segala ketentuan yang telah ditetapkan Kemendikbud. Bahkan, gerakan UI Bersih yang terkenal vokal mengusung kampanye transparansi dalam tubuh UI memberi tanggapan positif terkait keputusan ini.

Sebaliknya, pihak BEM UI justru menolak penetapan Pjs rektor UI. Mereka bersikukuh, Gumilar harus turun dari kursi rektor sebelum 14 Agustus. Jika tidak, maka rencana aksi besar-besaran pun akan direalisasikan.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Audi Juga Punya Mobil Hidrogen, A7 Sportback H-Tron Quattro