Konflik KPK-Polri Hanya Buang Waktu

Rumgapres/Abror Rizky

Konflik KPK-Polri Hanya Buang Waktu
JAKARTA - Hingga saat ini siapa yang berhak menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korlantas Polri masih belum pasti. KPK dan Polri sama-sama ngotot untuk menangani kasus ini. Mantan pimpinan KPK, Erry Ryana Hardjapamekas menilai berlarut-larutnya masalah ini akan berpengaruh terhadap penanganan kasus ini.

"Mempengaruhi sih pasti, tapi yang lebih penting kita buang waktu untuk hal yang tidak penting kan. Ini kan kalau misalnya tegas ya serahkan saja (ke KPK), pemeriksaannya berlangsung cepat dan kemudian kita bisa memikirkan yang lain. Sekarang gimana seorang kepala Bareskrim mengurus seperti ini, karena tupoksinya kan banyak," kata Erry di kantor wakil presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2012).

Bahkan, lanjutnya, sikap ngotot yang ditunjukan Polri yang ingin menangani kasus ini telah menimbulkan tanda tanya.

"Ini kita semua jangan menganggap ini hal yang tidak terlalu penting kecuali memang ada kepentingan yang ingin dilindungi, itu yang menjadi teka teki kita mudah-mudahan tidak ada. Ya kita semua berhak untuk mencurigai kan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Erry tidak setuju jika persoalan siapa yang berhak menanganani kasus ini dibawa ke Mahkamah Konstitusi. "Saya rasa enggak urgent untuk sampai ke MK karena undang-undangnya sudah jelas. MK itu kan kalau kewenangan yang sama disengketakan oleh dua lembaga," paparnya.

"Ini kan kewenangannya tidak sama, yang satu dasarnya Undang-Undang pasal 50 jelas mengatakan KPK, apa lagi mesti diperdebatkan. Kalau kapolri mempunyai pertimbangan lain ya kita naik ke atasannya kapolri yaitu presiden. Presiden menginstruksikan sehingga kapolri mempunyai dasar yang kuat," tambahnya.

Menurut Erry jika KPK menangani kasus ini maka akan menunjukan independensi dari institusi Polri. "Silakan orang luar memeriksa, itu kan akan lebih bagus buat Polri ya, biarkan KPK menangani itu, kita lihat hasilnya," pungkasnya. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Polisi Curiga Istri Terlibat Pembunuhan Bule di Bali