Tiga Lab ITS Kerjasama Riset dengan JICA

Ilustrasi: ist.

Tiga Lab ITS Kerjasama Riset dengan JICA
JAKARTA - Tiga laboratorium (lab) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengikuti program Project for Research and Education Development on ICT (Predict) 2 batch satu. Sebelum memulai kerjasama di bawah pengawasan Japan International Cooperation Agency (JICA) itu, ketiga lab tersebut mengadakan tatap muka pertama dengan Yoshifumi Chisaki, Joint Research (JR) Expert.

Tiga lab ITS yang akan mengadakan riset, yaitu lab Kimia FMIPA pimpinan Didik Prasetyoko dengan judul riset "Biodiesel Production from Refined Palm Oil Catalyzed by CaO ZnO Mixed OxidesNanoparticle: Optimization of Catalysis Parameters using Taguchi Design Method." Kedua, lab Teknik Elektro pimpinan Achmad Affandi dengan judul riset "Development of Bi-directional Synchronization Protocol for Learning Management System in Universal Environment." Terakhir, lab Teknik Fisika pimpinan Dhany Arifianto dengan judul "Blind Source Separation for Simultaneous Machines Condition Monitoring on Board Fishing Ship."

Tatap muka itu dilakukan guna mempresentasikan riset yang akan dilakukan masing-masing lab. Dalam seminar bertema "Remote Sensing Over a Network for Multi-Channel Signal Processing on Acoustics" itu, mereka membahas potensi kerjasama meliputi bidang kimia, energi, akustik, dan kelautan.

Pertemuan ini sengaja dilakukan pihak JICA sebagai awalan sebelum melakukan riset untuk memudahkan sinkronisasi pada saat nanti di lapangan. Sebab, pelaksanaan riset akan dilakukan di laboratorium yang berbeda.

Melalui pertemuan ini pihak JICA berharap para peserta, khususnya tim ITS dapat mempersiapkan diri sejak awal. "Kami harap semuanya dipersiapkan sejak dini untuk kelancaran kegiatan ini," ungkap Koordinator JICA yang bertempat di ITS, Nakano, seperti disitat dari ITS Online, Jumat (10/8/2012).

Selain pengenalan riset, pemaparan seputar teknis pelaksanaan turut menjadi bahasan pertemuan itu. Pasalnya, setiap peserta Predict 2 batch satu ini akan melakukan segalanya secara personal per tim meski berasal dari satu kampus. Pihak JICA mengutarakan, hal ini dilakukan agar peserta tidak tersesat di jalan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.  (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bugatti Veyron Ini Buatan Seniman Boyolali