Tantangan Wamenparekraf untuk Mahasiswa Unpad

|

Wamenparekraf Sapta Nirwandar (Foto: dok. Unpad)

Tantangan Wamenparekraf untuk Mahasiswa Unpad

JAKARTA - Kekayaan sumber daya alam Indonesia dalam sektor pariwisata sudah tidak diragukan lagi. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih belum maksimal.

Ketika menjadi dosen tamu dalam kuliah umum menyambut mahasiswa baru program Profesi, Magister, dan Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) baru-baru ini, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar berujar, di negara maju, pariwisata telah menjadi kebutuhan dasar masyarakatnya.

"Kalau tidak percaya, lihat saja orang-orang yang ada di mal-mal. Mereka itu sedang berwisata. Windows shopping itu bagian dari wisata yang sangat menarik," kata Sapta seperti dinukil dari laman Unpad, Selasa (14/8/2012).

Menurut Sapta, pertumbuhan pariwisata akan berefek domino pada perekonomian, kesejahteraan masyarakat, dan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Selain itu, tentu saja, pengembangan sektor pariwisata akan memupuk rasa cinta Tanah Air, mengangkat citra  dan memperkukuh jati diri bangsa.

Sektor pariwisata menyumbang persentase cukup besar dalam devisa negara. Ia menempati posisi keempat setelah minyak dan gas bumi, minyak kelapa sawit, batu bara, dan karet olahan. Tidak seperti potensi pariwisata yang akan bertahan lama, pada kurun ratusan tahun ke depan, potensi sumber daya alam Indonesia mungkin akan habis.

Secara ekonomis, Sapta berhitung, pendapatan negara akan bertambah dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Pada 2011, ketika 7,6 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Indonesia, pendapatan negara bertambah USD8,5 miliar. "Sebuah target delapan juta jiwa wisatawan mancanegara tahun ini juga akan sangat menguntungkan Indonesia," imbuhnya.

Perhitungan ini, kata Sapta, masih ditambah dengan jumlah wisatawan domestik. Namun, dengan potensi penduduk 200 juta jiwa dan pertumbuhan empat persen pada 2011, jumlah wisatawan domestik belum akurat karena masih berdasarkan estimasi.

"Oleh karena itu, saya menantang para calon master dan doktor di sini untuk menemukan metodologi yang paling akurat dalam menghitung pendapatan sektor pariwisata serta jumlah wisatawan yang berwisata di negeri ini, termasuk wisatawan nusantara," ujar Sapta tegas.

Sapta mengimbuh, konsep pariwisata di Indonesia sendiri unik karena tidak terlepas dari sistem agama dan budaya yang berkembang di Tanah Air. Sistem ini menghubungkan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alamnya.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    24 Kamar Kos Terbakar, Tujuh Motor Ikut Hangus