Dukung KPK, Demokrat Bali Luncurkan Baju Kejujuran

|

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Dukung KPK, Demokrat Bali Luncurkan Baju Kejujuran

DENPASAR - Jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih dulu mengenalkan kantin kejujuran hal tak jauh beda dilakukan DPD Partai Demokrat Bali dalam melawan korupsi dengan meluncurkan baju kejujuran.

Setelah banyak digoyang kasus korupsi yang mendera kader-kadernya, Partai Demokrat Bali berinisiatif melakukan perlawanan kultural dengan gerakan anti korups lewat baju kejujuran.

Baju kejujuran yang dimaksudakan sebagai baju anti korupsi ini hari ini dikenalkan ke publik dengan maksud sebagai aksi bersih-bersih kader demokrat di daerah. Baju antikorupsi yang didesain Ketua DPD partai Demokrat Bali, Made Mudarta itu dicetak 17 buah dan telah dikirimkan simbolis ke DPP Partai Demokrat dan DPD Partai Demokrat Bali.

"Baju ini kami serahkan kepada pada petugas partai di eksekutif dan legislatif agar mereka senantiasa ingat dengan perjuangan memberantas korupsi dan menerapkan prinsip kejujuran," kata Mudarta di Denpasar, Rabu (16/8/2012).

Edisi perdana dicetak 17 karena dikaitkan dengan hari Proklamasi 17 Agustus. Kedepan akan lebih banyak dicetak untuk disebar ke masyarakat dan pejabat. Yang menarik, dalam disain baju yang merupakan kombinasi tiga warna yakni putih, merah dan hitam itu ada dua pasang saku terbalik.

Jika umumnya saku baju terbuka pada bagian atas namun baju kejujuran ini sebaliknya, terbuka di bawah.  Itu mengandung pesan, bahwa kader Demokrat yang duduk di legislatif dan eksekutif agar tidak melakukan tindak korupsi atau tidak menerima suap.

Sebaliknya, kader harus selalu melihat ke bawah, banyak memberi melayani kepada masyarakat di bawah. 

Sedangkan warna putih melambangkan kejujuran dan santun, merah mennadakan berani sedangkan warna hitam sebagai simbul siang dan malam yang berarti prilaku manusia tak bisa dilepaskan dari hal baik dan buruk.

Dengan baju kejujuran itu, kata Mudarta juga untuk mendukung upaya melawan terhadap praktek korupsi di tanah air. Juga mendukung KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. Sikap partainya sudah jelas, tetap berkomitmen dalam membersihkan kadernya dari praktek korupsi di semua tingkatan.

Jika ada kader yang terlibat korupsi, maka pihaknya mendukung agar diproses sesuai hukum berlaku hingga dimasukkan sel. Sebaliknya, jika ada kader Demokrat yang tidak terbukti korupsi maka harus segera dibersihkan direhabilitasi namanya.

Peluncuran baju pertama kali diserahkan pada Ketua Fraksi DPRD Bali Nengah Tamba dan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Putu Swasta. Diharapkannya nantinya baju aneh tersebut akan sampai juga ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ketinggian Ombak di Laut Ternate-Manado hingga Empat Meter