Ospek Bukan Sekadar Seremoni

|

Harry Hardiyana (Foto: dok. pribadi)

Ospek Bukan Sekadar Seremoni

PROSES pembentukan karakter bangsa akan selalu melalui gerbang pendidikan. Urgensi pendidikan sangatlah penting apabila ditinjau dari bagaimana kita membangun sebuah karakter bangsa. Baik buruknya karakter bangsa tergantung bagaimana proses pendidikan itu berlangsung, selain itu diperlukan sistem yang baik untuk menunjang itu semua mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

 

Salah satu peran penting pendidikan tinggi adalah mencetak individu-individu yang berkarakter. Dalam pendidikan tinggi inilah mahasiswa memainkan perannya sebagai generasi penerus bangsa. Dalam penanaman karakter bangsa, paling tidak mahasiswa  harus memiliki tiga aspek yang perlu dibentuk. Pertama adalah sikap moral, kemudian sikap intelektual serta selain itu adalah sikap kritis oposisi.

 

Dalam menumbuhkan karakter inilah BEM Unsoed mencoba menananmkan tiga aspek tersebut kedalam kegiatan ospek universitas. Kita sering kali menjumpai dan mendengar bahwasanya ospek hanya merupakan ajang seremonial saja atau bahkan ajang perpeloncoan oleh senior. Akan tetapi BEM Unsoed mencoba memberikan warna yang berbeda dalam ajang perkenalan kampus dan perkenalan perkuliahan ini kepada mahasiswa baru atau yang sering kita sebut dengan ospek.

 

Dalam aspek penanaman sikap moral, jelas pelaksanaan ospek mempunyai peran yang sangat penting. Mulai dari penanaman budaya disiplin yang diterapkan kepada mahasiswa baru, budaya kerapian, ketaatan terhadap peraturan serta sikap sopan santun yang perlu dimiliki. Dengan akan bertemunya mahasiswa baru satu dengan ribuan mahasiswa lainnya, maka proses sosialisasi yang dilakukan pun membutuhkan sikap sopan santun. Sikap sopan santun yang ditekankan  jelas akan memudahkan mahasiswa baru dalam proses perkenalan dan sosialisasi dengan mahasiswa baru lainnya serta masyarakat kampus.

 

Dengan tema “Peran dan Fungsi Mahasiswa dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa dan Negara”, BEM Unsoed juga mencoba menanamkan sikap intelektual kepada mahasiswa baru dalam kegiatan ospek universitas tahun ini. Mahasiswa baru akan dituntut berpikir sesuai dengan kapasitas jurusan yang mereka pilih masing-masing ketika masuk Unsoed. Secara teknisnya dengan tema kedaulatan ini mahasiswa baru dituntut untuk mencoba berpikir menyelesaikan problem kedaulatan bangsa dan negara sesuai dengan kompetensi yang akan mereka geluti sesuai dengan bidang intelektual masing-masing. Serta mahasiswa baru dituntut untuk  mencoba menyuarakan aspirasi mereka tersebut melalui lisan baik melalui tulisan.

 

Rangkaian kegiatan ospek universitas yang akan dilaksanakan oleh BEM Unsoed ini pun, bukanlah sebuah seremonial saja. Ospek ini pun sama sekali tidak mengandung unsur perpeloncoan kepada mahasiswa baru. Mahasiswa baru selama rangkaian ospek berlangsung nanti, akan dipandu dan dituntut menanamkan sikap kritis oposisi unttuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru akan peran mahasiswa sebagai ekstra parlementer.

 

Kritis oposisi merupakan sikap kritis yang harus ada dalam perannya sebagai mahasiswa. Sikap kritis yang dibangun akan menajdikan mahasiswa menjadi lebih peka terhadap lingkungan, serta berpikir solutif. Sedangkan oposisi sendiri adalah sikap pengawasan mahasiswa terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dikaji dan diawasi. Kritis oposisi ini akan dicoba ditumbuhkan kepada mahasiswa baru melalui diskusi-diskusi yang akan dilakukan. Sehingga mahasiswa baru mempunyai pandangan secara menyeluruh peran dan fungsi mahasiswa di masyarakat sebagai ekstra parlementer.

 

Dengan tiga aspek yaitu moral, intelektual serta kritis oposisi inilah BEM Unsoed mencoba menjadikan ospek universitas lebih berkualitas. Lebih dari itu, budaya apatisme mahasiswa terhadap lingkungannya yang sering kita lihat selama ini, dengan sikap kritis oposisi mahasiswa haruslah berpikir jauh dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, sikap apatisme diharapkan tidak muncul kepada mahasiswa-mahasiswa baru ini dan nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi dan solusi-solusi nyata bagi negara dan bangsa Indonesia.

 

Satu hal yang pasti, ajang perkenalan dunia kampus dan perkuliahan ini adalah gerbang bagi mahasiswa baru untuk mengemban peran dan fungsinya sebagai mahasiswa di masyarakat. Sebagai putera-puteri Ibu Pertiwi, mahasiswa diberikan beban yang besar di pundaknya untuk memimpin negeri ini nanti. Karena baik tidaknya estafet kepemimpinan negeri ini dilihat dari bagaimana mahasiswa-mahasiswa yang ada di masa kini melakukan peran dan fungsinya berbakti untuk negeri.

 

Hidup Mahasiswa!

 

Harry Hardiyana

Mahasiswa Ilmu Kelautan

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

Staff Ahli Kementerian Kajian Strategis BEM Unsoed Kabinet Solutif Bersahabat

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bantu Tangani ISIS, Pasukan Peshmerga Tiba di Kobani