Grogi Saat Presentasi? No Way!

|

Ilustrasi : Corbis

Grogi Saat Presentasi? No Way!

PRESENTASI merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh karyawan di sebuah perusahaan, khususnya bagi mereka yang bekerja di bidang pemasaran, penjualan, maupun public relation. Bahkan, kemampuan presentasi juga diperlukan ketika melontarkan ide pada rapat internal.  

Latihan presentasi telah dimulai sejak duduk di bangku sekolah dan kuliah. Mulai dari presentasi makalah dalam bentuk berkelompok maupun secara individu ketika sidang. Meski telah mendapatkan berbagai pengalaman presentasi, rasa gugup kerap melanda ketika harus berbicara di hadapan banyak orang.

 

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi rasa grogi ketika akan memulai presentasi. Berikut tipsnya seperti dilansir dari buku Anak Bawang Cari Peluang, Sabtu (18/8/2012).

 

Grogi sama dengan positif

Rasa grogi dan panik yang melanda jelang presentasi sebenarnya dapat diubah menjadi hal positif. Adanya rasa grogi memicu kita untuk mempersiapkan bahan presentasi dengan peduli dan ekstra hati-hati.

 

Nothing to lose

Kita pasti ingin tampil sebaik mungkin ketika presentasi dan tanpa disadari hal ini membuat kita semakin grogi. Buang jauh-jauh semua energi negatif dan netralkan diri dengan bersikap nothing to lose.

 

Tenangkan diri

Sambil menunggu giliran untuk presentasi, tenangkan diri kita terlebih dahulu. Tarik napas dan buang perlahan. Bahkan, bila perlu pejamkan mata untuk mengurangi ketegangan.

 

Kerahkan energi

Biarkan energi yang kita miliki mengalir apa adanya. Tunjukan kepada para peserta rapat betapa kita memiliki energi yang positif dan kuat melalui gesture maupun intonasi ketika melakukan presentasi.

 

Bicara dengan keras dan lantang

Berbicara dengan keras dan lantang menjadi solusi untuk menyalurkan rasa gugup karena ketika kita bicara dengan lambat, bibir dan suara akan gemetar. Ada baiknya, kita sudah menghafal teks pertama yang akan disampaikan sebagai pembuka dalam presentasi.

 

Diam

Ketegangan yang kita rasakan dapat pula disalurkan dengan diam sejenak sebelum presentasi. Biarkan ketegangan tersebut terserap dan menjadi ketegangan audiens. Jika merasa ketegangan peserta rapat sudah cukup tinggi, mulailah presentasi dengan pembukaan yang kuat, tajam, dan lantang.

 

Lontarkan humor

Jika cara-cara di atas masih membuat grogi, cobalah hilangkan rasa gugup dengan melontarkan humor yang wajar. Pastikan kita telah menguasai lelucon itu dengan baik sehingga tidak jayus atau bahkan melukai orang lain.

 

Selamat mencoba!

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tak Dilibatkan Bahas UU MD3, DPD Ngambek