91 Dosen Unnes Ikut Sertifikasi

Foto : Unnes

91 Dosen Unnes Ikut Sertifikasi
JAKARTA - Peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Air tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, termasuk guru dan dosen. Maka, 91 dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) pun diusulkan ke Dirjen Dikti untuk mengikuti sertifikasi dosen (serdos) 2012 gelombang kedua.

Ketua panitia kegiatan Ngabiyanto melaporkan, dosen Unnes yang masuk nominasi dari Dikti ada 103 orang. Namun, setelah diverifikasi oleh universitas, hanya 91 orang yang memenuhi persyaratan. Untuk itu, ke-91 dosen ini harus menyiapkan diri dengan mengikuti sosialisasi penyusunan portofolio di Rektorat Kampus Sekaran, belum lama ini.

Ngabiyanto mengemukakan, peserta serdos tahun ini didominasi oleh dosen-dosen muda. Bahkan ada peserta yang berusia 27 tahun dengan masa kerjanya tiga tahun. Peserta serdos ini menyebar di delapan fakultas, yakni 15 dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 18 dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), tujuh dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS), tujuh dosen Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), empat dosen Fakultas Teknik (FT), 14 dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), 17 dosen Fakultas Ekonomi (FE), dan sembilan dosen Fakultas Hukum (FH).

“Sampai sekarang, dosen Unnes yang sudah tersertifikasi berjumlah 651 orang, termasuk guru besar (gubes). Total dosen Unnes yang sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) berjumlah 995 orang. Jadi sudah sekira 65 persen dosen Unnes yang bersertifikat. Jika yang diusulkan ini lulus semua, maka kami akan mempunyai 742 dosen bersertifikat,” kata Ngabiyanto, seperti dinukil dari situs Unnes, Jumat (17/8/2012).

Rektor Unnes Sudijono Sastroatmojo mengungkap, Unnes selalu semangat dalam memberikan pelayanan kepada keluarga besarnya. Baik kepada dosen, mahasiswa, dan kepada siapa pun, termasuk pelayanan pada pelaksanaan serdos. “Proses sertifikasi dosen yang dimulai sejak 2008, tidak semuanya berhasil. Atas dasar itulah Unnes memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada peserta serdos,” tutur Sudijono.

Dia mengimbuh, pada 2009 Unnes mengundang calon peserta serdos untuk mendapatkan informasi-informasi yang terkait dengan penyusunan portofolio secara lengkap. "Ini adalah cara yang dilakukan oleh universitas agar semua peserta serdos paham dalam menyusun portofolio," imbuhnya.

Sudijono menyatakan, setelah peserta mendapat informasi, pemahaman, dan arahan, diharapkan para dosen tidak lagi seenaknya dalam menyusun portofolio. "Kalau tidak mengikuti apa yang sudah diinformasikan oleh narasumber, maka jika terjadi risiko-risiko tentu adalah ditanggung sendiri. Oleh karena itu kesempatan emas ini gunakanlah sebaik mungkin," papar Sudijono.

Pada gelombang pertama, 20 dosen Unnes yang diajukan serdos berhasil lulus semua. Maka, dia berharap semoga gelombang kedua ini juga bisa lulus semuanya menjadi dosen profesional dan bermartabat. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tolak Turis Asing, Korut Siaga Ebola