Festival Choir Dunia, Unila Boyong 2 Emas

|

Image: Corbis

Festival Choir Dunia, Unila Boyong 2 Emas
JAKARTA - Kampus dengan kekuatan ilmu pertanian ini menunjukkan, mereka bisa juga berprestasi dalam bidang seni. Baru-baru ini, tim paduan suara mahasiswa (PSM) Universitas Lampung (Unila) memboyong dua emas dalam lomba PSM internasional. 

Dalam Bali International Choir, 3-9 Agustus lalu di Arts Centre Denpasar, Bali ini, tim PSM Unila membawakan dua lagu untuk masing-masing kategori yang diikuti. Pada kategori mixed choir, PSM Unila mampu meraih penilaian 81.50 gold medal dengan membawakan Lo Mission Giviovinetta (aransemen Claudio Monteverdi) dan Karimata Kuicha (arransemen Ko Matsushita). Sedangkan dalam kategori Folkore (etnik daerah), PSM Unila membawakan dua lagu daerah yakni, Marencong Rencong dan Yamko Rambe Yamko. Keduanya merupakan hasil aransemen Agustinus Bambang Jusana.

Perhelatan ini tidak hanya melibatkan orang-orang dalam negeri yang berperan sebagai juri, namun juga mengikutsertakan tiga juri yang datang dari luar negeri. Mereka adalah Anne Charlotte (Swedia), Jean Baptise Bertrand (Perancis), Stella Zhou (Singapura). Sedangkan dua lainnya dari Indonesia, Daud Kosasih, dan Leo Methos.

Meski mendulang emas, pencapaian prestasi ini tidak terlalu berjalan mulus. Rio Anggara Prayuda, Ketua PSM Unila mengungkap, timnya mengalami keterbatasan karena kurangnya dukungan dari pemerintah.

Keterbatasan itu tidak menurunkan optimisme mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2008 ini untuk menang. Meski minim dana, Rio mengaku terus berjuang untuk dapat mengenalkan Unila dan Lampung. "Sampai akhirnya kami bisa membuktikan bahwa universitas kami layak dan mampu untuk bersaing," kata Rio, seperti dilansir dari laman Unila, Jumat (17/8/2012).

Karena minimnya dana pula, tim PSM Unila tidak dapat mengenakan kostum Lampung sebagai pakaian adat yang dibanggakan oleh setiap anggotanya.
Meski begitu, Rio mengimbuh, timnya tetap berusaha memberikan penampilan yang terbaik.

"Akhirnya kami hanya menggunakan kostum yang kami buat sendiri dari bahan tali rafia dan bermahkotakan kardus yang dihiasi dengan kemoceng," jelasnya.

Menurut Rio, prestasi yang baru saja diukir PSM Unila ini adalah hal baru dalam sejarah timnya untuk mengharumkan Provinsi Lampung dalam ajang festival internasional. "Oktober  mendatang, kami  bersiap untuk kembali berjuang di Pesparawi Mahasiswa 2012 di Universitas Pattimura, Ambon," paparnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Try Sutrisno Batal Jenguk Habibie