M Nuh: Esensi Lebaran Itu Perkuat Silahturahmi

M Nuh: Esensi Lebaran Itu Perkuat Silahturahmi
JAKARTA - Lebaran memiliki makna tersendiri bagi tiap orang. Demikian pula dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Dia menilai, esensi Idul Fitri terletak pada kesempatan untuk memperkuat dan menyambung silahturahmi (silahturahim).

"Yang penting di Lebaran itu silahturahmi. Esensinya menyambung dan memperkuat hubungan kasih sayang. Silah itu tali dan rahim berarti kasih sayang. Itu yang pokok, yakni menghubungkan dan memperkuat tali kasih sayang," ujar M Nuh ketika berbincang dengan Okezone di kantornya beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan, pentingnya menyambung dan memperkuat tali kasih sayang karena sebenarnya semua manusia merupakan penduduk asli sama, yakni berasal dari rahim ibu. "KTP asli kita itu sama, yaitu KTP rahim, KTP kasih sayang. Tidak ada orang yang tidak pernah singgah di rahim. Semua orang pernah singgah di rahim sang ibu baik tujuh atau sembilan bulan," paparnya.

Maka, lanjutnya, semua manusia adalah penduduk dunia yang sama, dunia rahim. "Kita mengalami hidup yang sama di wilayah kerahiman. Maka secara substansif, siapaun di antara kita itu sama karena kita berasal dari dunia yang sama. Bahkan bayi tabung," tutur mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.

Menurut M Nuh, ada beberapa media untuk memperkuat silahturahmi. Media pertama, lanjutnya, adalah pertemuan atau jumpa secara fisik. Tetapi jumpa secara fisik itu tidak serta merta bisa memperkuat silahturahmi karena diperlukan environtment atau atmosfer pendukung.

M Nuh mencontohkan orang yang bertemu di pasar loak agak susah untuk memperkuat silahturahmi dengan sesama karena suasana di sana berupa suasana dagang atau suasana keras. "Tentu berbeda dengan orang yang bertemu pada saat hari raya yang memiliki atmosfer saling memaafkan. Oleh karena itu hari raya atmosfer atau suasana paling tepat untuk memperkuat dan menyambung silahturahmi. Meskipun ada banyak media untuk melakukannya," katanya menerangkan.

Media kedua, kata M Nuh, dengan memanfaatkan media virtual atau elektronik baik melalui SMS, telepon, email, dan sebagainya. Dia mengungkapkan, handphone yang dimiliki tiap orang merupakan perantara bagi orang per orang untuk saling berkomunikasi melalui wilayah cyber.

"Nomor handphone itu diidentikan dengan kita. Setiap orang mengidentikan diri dengan nomor HP tersebut. Inilah kecanggihan media virtual. Esensinya tetap untuk memperkuat silahturahmi," tutur M Nuh.
(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kasus Pelecehan Siswi SD di Medan Jalan di Tempat