Tim Robot ITS Kaget Sistem Lomba Aburobocon Beda

|

Ilustrasi : ist.

Tim Robot ITS Kaget Sistem Lomba Aburobocon Beda

JAKARTA - Tim robot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang tengah berlaga dalam ajang Asia Pasific Broadcasting Union Contest (Aburobocon) 2012 di Hong Kong merasakan sejumlah perbedaan sistem dibandingkan pada ajang nasional Kontes Robot Indonesia (KRI). Salah satunya adalah drawing atau pemetaan para kompetitor melalui undian dilakukan sebelum running test.  

Sabtu 18 Agustus, tim ITS telah mengikuti running test sebelum memulai perlombaan pada hari ini, Minggu (19/8/2012). Running test merupakan percobaan dan simulasi sebelum lomba hanya digelar satu hari penuh sebelum lomba berlangsung.

 

Pada kompetisi ini, proses running test dilakukan sebanyak tiga kali, yakni dua kali running test bebas oleh masing-masing tim secara mandiri dan satu kali running test simulasi lomba. Setiap tim yang terdiri dari enam orang dan satu dosen pembimbing mendapatkan gelang dari panitia.

 

"Gelang tersebut merupakan penanda khusus bagi para peserta lomba. Tim support atau observer tidak dapat masuk ke dalam arena perlombaan,'' kata salah satu anggota tim robot ITS, Tegar Palyus Fiqar, seperti dinukil dari ITS Online, Minggu (19/8/2012).

 

Sebelum simulasi dan percobaan dilakukan, tim harus membongkar dan merakit ulang robot mereka. Masing-masing tim memiliki pit stop sendiri untuk setiap robot. Menurut Tegar, tim robot ITS membutuhkan waktu sekira setengah jam untuk membongkar-pasang robot mereka yang bernama RI-NHO.

 

Menjelang pendaftaran untuk simulasi bebas, tim robot ITS pun dikagetkan oleh sistem perlombaan Aburobocon yang berbeda dengan KRI. Di Indonesia, penentuan pemetaan kompetitor dilakukan setelah simulasi. Hal ini karena pemetaan tersebut didasarkan pada poin-poin hasil running test, dari yang tertinggi hingga terendah.

 

"Undian peserta yang menentukan sistematika berlaga. Sangat berbeda dengan KRI di Indonesia dulu,'' tandas mahasiswa jurusan Teknik Elektro tersebut.

 

Undian ini menentukan pembagian peserta dam beberapa grup. Enam grup yang dihasilkan diidentifikasi melalui penggunaan huruf abjad A hingga F. Masing-masing grup berisi dua hingga tiga tim. Hasil undian meletakkan Indonesia di grup F bersama dengan Vietnam.

 

Pengukuran robot dilakukan sebelum running test pertama. Dimensi keseluruhan robot mulai dari tinggi, berat, dan tegangan saat beroperasi diamati. Hasil pengukuran tersebut harus sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan Aburobocon 2012.

 

RI-NHO melalui pengukuran tanpa banyak kendala. Begitu pula ketika melaksanakan percobaan dan simulasi, baik pada saat tes bebas maupun simulasi bersama Vietnam. ''Seperti biasa, running test digunakan untuk kalibrasi sensor, lapangan, dan sebagainya,'' paparnya.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kasus TPI, Semua Pihak Harus Junjung Tinggi Arbitrase