Jokowi Dilaporkan ke KPK, Ini Tanggapan Taufiq Kiemas

|

Foto: Okezone

Jokowi Dilaporkan ke KPK, Ini Tanggapan Taufiq Kiemas

JAKARTA - Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Taufiq Kiemas menanggapi dengan santai terkait Joko Widodo (Jokowi) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kepala DPPKA Solo.  

Taufik menilai hal itu belum tentu benar, karena hingga saat ini KPK belum memberikan keterangan yang resmi terkait laporan tersebut.

 

"Itu biasa. Itukan soal Walikota. Sama KPK belum diteruskan, belum klarifikasi," kata Taufik saat dimintai keterangan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2012).

 

Banyak pihak yang menganggap bahwa laporan tersebut berkaitan dengan pencalonan Jokowi dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta.

 

Namun, saat dimintai konfirmasi perihal korelasi laporan tersebut dengan pencalonan Jokowi, Taufik tidak memberikan keterangan yang jelas. "Masak enggak bisa mikir sendiri," ujar suami Megawati ini.

 

Sebelumnya, Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) melaporkan Jokowi ke KPK. Jokowi dianggap melakukan pembiaran terhadap praktik korupsi hingga menyebabkan kerugian negara Rp9,8 miliar.

 

"Kami membawa dokumen berbundel-bundel dan sejumlah bukti tindak pidana korupsi ini," kata Ketua TS3, Ali Usman, saat mendatangi kantor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin.

 

Menurut Ali, dugaan korupsi ini bermula saat APBD Surakarta tahun 2010 menganggarkan belanja hibah sebesar Rp35 miliar. Sekitar Rp23 miliar dana itu diperuntukkan untuk BPMKS untuk 110 ribu siswa.

 

Ternyata, kata Ali, saat verifikasi terdapat banyak data yang ganda. Data ganda itu mencapai 65.394 siswa dengan nilai anggaran Rp10,6 miliar.

(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Pemilihan Daerah JKT

      Penahanan Sahroni Ditangguhkan, Peradi Apresiasi Polisi

      Pengurus Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) mengapresiasi langkah Kapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan penangguhan penahan terhadap Sahroni, seorang pembantu rumah tangga yang dituduh melakukan pencurian uang dan cincin atas laporan majikannya.

    • Pemilihan Daerah JKT

      Banjir Surut, Jalan Jatinegara Barat Kembali Dibuka

      Jalan Jatinegara Barat yang sebelumnya ditutup akibat terendam air luapan Kali Ciliwung saat ini sudah mulai dibuka. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melewati jalan yang menghubungkan Kampung Melayu dan Matraman itu.

    Baca Juga

    Ditemukan Tewas, PNS Pasuruan Tinggalkan Surat Wasiat di Hotel Blitar