Adakan Festival Wine di Rumah Ibadah, OKI Kecam Israel

Ilustrasi: Zionoil

Adakan Festival Wine di Rumah Ibadah, OKI Kecam Israel
ISTANBUL - Organisasi Kerjasama Negara-negara Islam (OKI) dan Turki memperingatkan Israel untuk tidak menyelenggarakan festival wine di salah satu halaman Masjid di Be'er Sheva yang bersejarah. Festival wine atau anggur ini kabarnya akan digelar pada 5-6 September mendatang.

Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu juga telah menyampaikan kecamannya atas rencana Israel untuk menggunakan halaman masjid sebagai tempat untuk mempromosikan produk-produk wine Negeri Yahudi itu.

"Pelanggaran ini merupakan bagian dari serangkaian serangan berkelanjutan terhadap tempat-tempat suci Islam dan bersejarah di Palestina dengan tujuan untuk menghancurkan dan menodai mereka. Tindakan ini juga merupakan bentuk provokasi terhadap umat Muslim yang disengaja di seluruh dunia," ujar Ihsanoglu, seperti dikutip Trend, Senin (3/9/2012).

Dalam pernyataan yang diposting di situs OKI, Sekjen Ihsanoglu menegaskan Israel bertanggung jawab penuh atas serangan yang selama ini berlangsung ke tempat-tempat suci dan sejumlah tempat ibadah. Tindakan itu disebut Ihsanoglu merupakan bentuk pengabaian besar atas prinsip-prinsip hukum internasional dan meningkatkan serta ketidakstabilan kawasan.

Ihsanoglu juga menyerukan agar masyarakat internasional, organisasi pemantau hak asasi manusia (HAM), UNESCO dan perwakilan PBB untuk mengambil tindakan segera demi menghentikan serangan Israel dan memaksa Negeri Yahudi itu untuk menghormati tempat-tempat ibadah.

Tidak hanya Sekjen OKI namun Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag juga menyampaikan kutukannya atas rencana penyelenggaran festival wine tersebut.

"Masjid adalah tempat ibadah bagi umat Muslim. Tidak menghormati tempat ibadah berarti melanggar HAM," ujar Wakil PM Turki.

Sebuah organisasi masyarakat sipil dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menentang penyelenggaran festival tersebut. Unjuk rasa kabarnya akan digelar di Israel pada 5 September mendatang.

Masjid ini dibangun selama Pemerintahan Ottoman sebelum akhirnya menjadi museum Islam atas perintah Pengadilan Tinggi Israel pada 2011. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Motif Bunuh Diri Kades dan Keluarga Mulai Terkuak