Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ingin Maju di Pilpres, Luthfi Harus Kerja Keras

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Selasa, 04 September 2012 |09:03 WIB
Ingin Maju di Pilpres, Luthfi Harus Kerja Keras
Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfhi Hasan Ishaaq digadang-gadang merupakan calon kuat yang akan diusung partai tersebut pada Pilpres 2014 mendatang. Pernyataan itu disampaikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu-Pemilikada (BP3) DPP PKS, Syahfan Badri Sampurno.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Kamaruddin, menilai pencalonan tersebut layak dilakukan mengingat posisi Luthfi sebagai presiden partai. "Ketua umum wajar dimajukan. Tidak elok kalau partai mengacalonkan orang dari partai lain," katanya kepada Okezone.

Dia menilai, penyebutan pencalonan Lufthi di bursa calon presiden, tidak menutup kemungkinan sebagai salah satu strategi politik partai. Menginat, di PKS sendiri ada beberapa nama yang cukup dikenal oleh kalangan masyarakat, seperti mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Menkominfo Tifatul Sembiring.

"Bisa jadi ini strategi politik partai. Publik akan menilai melalui lembaga survey, kemudian partai baru memutuskan calon pastinya. Tapi sejauh inikan masih pendapat personal penyebutan pencalonan ini. Atau bisa saja, beliau ini punya nilai jual lain di mata partai. Elektabilitas dan peluangnya besar, bisa saja," tambahnya.

Menganai kans Lutfhi dibanding calon lain yang sebelumnya sudah digadang-gadang, seperti Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla, Kamaruddin beranggapan, presiden PKS itu memang harus bekerja keras menyeleraskan diri. Meski seperti itu, kasus yang didera oleh calon lain, merupakan salah satu senjata bagi Lutfhi untuk mendapat perhatian masyarakat.

"Yang bisa ditangkap dari sisi pencalonan ini adalah nama baru dibanding nama-nama yang digadang selama ini. Ini pasti bakal ada penilaian sendiri oleh masyarakat. Seperti Aburizal yang tersandung Lapindo, atau Jusuf Kalla yang sudah pernah menjabat sebagai wakil presiden namun kalah saat bertarung pilpres di 2009 lalu," katanya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement