Menag: Mesti Dibedakan Antara Kebebasan dan Penodaan Agama

|

Suryadharma Ali

Menag: Mesti Dibedakan Antara Kebebasan dan Penodaan Agama

JAKARTA- Konflik berlatar belakang agama menyita perhatian publik. Pemerintah menilai, untuk menyelesaikan permasalahan itu butuh waktu yang cukup lama.

 

"Kami tidak bisa menggenalisir kasus-kasus tersebut. Ini kerja panjang, lagipula ada pihak-pihak yang membatasi," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali kepada wartawan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2012).

Suryadharma menjelaskan soal kasus kerusuhan antara kelompok Syiah dan antisyiah di Sampang, Madura, Jawa Timur. Menurutnya masyarakat perlu membedakan antara kebebasan beragama dan penodaan agama. "Kita punya ibu sama bapak, lalu dihina? Lalu Kita harus bagaimana? Kita harus tahu batasan HAM seperti apa," terangnya.

Dikatakan pria yang akrab di SDA itu, kebebasan agama atau penodaan agama itu harus dimusyawarahkan bersama. "Kita harus duduk bareng untuk merumuskan ini, tahu jelas batasan-batasan ini, penodaan atau bukan," sambungnya.

Menurutnya Kementerian Agama (Kemenag) ranahnya hanya mengatur kerukunan bukan akidah. "Jadi Kemenag ini hanya mengatur, ini haram, ini sesat, kita tidak masuk dalam ajarannya," tutupnya.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ada Tabrakan Karambol di Tol Pondok Indah