Kejagung: Tak Ada Tindak Pidana Marwan Effendy dalam Kasus BRI

|

Marwan Effendy (Foto: Rizka Diputra/Okezone)

Kejagung: Tak Ada Tindak Pidana Marwan Effendy dalam Kasus BRI

JAKARTA - Tim Khusus (Timsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa sejumlah saksi terkait laporan advokat muda M Fajriska Mirza soal dugaan penggelapan barang bukti kasus BRI senilai Rp500 miliar yang mengarah kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Marwan Effendy.

"27 orang sudah dimintai keterangan termasuk Jamwas (Marwan Effendy) selaku Aspidsus Kejati DKI, termasuk Bank BRI cabang Senen (Jakarta Pusat)," ujar Wakil Jaksa Agung, Darmono dalam jumpa pers di Kompleks Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2012).

Darmono yang juga sebagai Ketua Timsus kasus ini menambahkan, dalam proses pemblokiran rekening di Bank BRI cabang Senen maupun Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah sesuai prosedur dan tidak dilakukan penyimpangan.

"Terkait hal mendasar yang semua sudah dipertanggungjawabkan dalam penanganan perkara BRI yang dilakukan penyidik, tidak ditemukan ada penyimpangan baik pidana maupun disiplin," tegas Darmono.

Seperti diberitakan, perseteruan antara Boy dan Marwan berawal dari kicauan Boy dalam blog pribadinya yang berjudul 'Pembobol BRI Rp500 miliar oleh oknum Jaksa Muda'. Namun, Boy sendiri telah membantah tegas sebagai pemilik akun twitter @TrioMacan2000 dan @fajriska.

Disitu disebutkan bahwa terdapat dua oknum jaksa yang terlibat kasus BRI, yakni Jaksa Agung Muda dan mantan Kajati Jawa Tengah.

Kasus pembobolan BRI senilai Rp180 miliar yang dilakukan oleh Richard Latif pada 2004 silam itu justru dilepas oleh oknum Jaksa Penyidik yang saat ini sudah menjabat posisi Jaksa Agung Muda (JAM).

JAM yang disebut-sebut berinisial ME ini kemudian menyita uang tunai seilai lebih dari Rp500 miliar yang selanjutnya disedot semua rekening-rekening tersangka yang di luar dari aliran dana pembobolan. Semua uang tersebut ditampung, di rekening dibuka oleh ME sebagai penampungan di BRI atas nama Aspidsus Kejati DKI dengan total Rp560 miliar.

(crl)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembentukan DPR Tandingan Ngawur