Makam Para Terduga Teroris di Pondok Rangon "Menghilang"

|

Makam salah satu terduga teroris Solo di TPU Pondok Rangon (Foto: Catur/Okezone)

Makam Para Terduga Teroris di Pondok Rangon

JAKARTA - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, selama ini dikenal sebagai tempat pemakaman jenazah terduga teroris. Namun, kondisi makam para terduga teroris ini sangat tidak terawat.

 

Pantauan Okezone, Rabu (7/9/2012), kuburan para terduga teroris ini sudah tak dapat lagi dikenali karena nisan kayu yang dipasang banyak yang hilang. Yang masih tersisa, hanya makam M Syarif, pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon.

 

Lebih ironis lagi, beberapa makam sudah tidak lagi berbentuk peraduan terakhir manusia pada umumnya. Mereka sudah rata dengan tanah dan sulit dikenali sebagai makam.

 

Untuk diketahui, sejumlah terduga teroris yang dimakamkan di TPU Pondok Rangon ialah:

 

- Syaifudin dan Syahrir yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten pada 2009 lalu, dan dimakamkan pada 13 Oktober 2009 lalu.

 

- Ridwan alias Nico Prestiando, yang diketahui merupakan pengawal Dulmatin. Dia tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Ridwan pada 13 Maret 2010.

 

- Dua terduga teroris yang ditembak di Cawang, Jakarta Timur, satu orang diketahui bernama Hasan Noer dan seorang lainnya tidak teridentifikasi. Mereka dimakamkan pada 8 Agustus 2010.

 

- M Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz Dzikra Mapolresta Cirebon, dan dimakamkan pada 22 April 2012.

 

- Pelaku pengeboman Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Ahmad Yosepa Hayat, yang dimakamkan pada 27 September 2011, dan.

 

- Muchsin dan Farhan, dua jenazah terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, pada 31 Agustus 2012. Mereka juga dimakamkan di Pondok Rangon pada 7 September 2012.

 

(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemerintah Diminta Serius Berantas Narkoba