Foto-Foto Itu Mengingatkan Suciwati dengan Kegigihan Munir

|

Suciwati menunjukkan foto-foto Munir (Foto: Okezone/Hari Istiawan)

Foto-Foto Itu Mengingatkan Suciwati dengan Kegigihan Munir

MALANG - Deretan foto-foto Munir Said Thalib atau akrab dipanggil Cak Munir berjajar tak beraturan di dinding ruang belakang rumah yang ditinggalinya bersama keluarga.

Tepat delapan tahun setelah meninggalnya aktivis hak asasi manusia (HAM) itu, Suciwati teringat kembali kenangan saat bersama Munir. Ada satu foto yang menurut Suciwati selalu diambilnya ketika teringat sang suami.

Foto Munir yang mengenakan baju lengan pendek motif kotak-kotak selalu diambilnya ketika ingat almarhum. “Foto itu selalu kuambil dan aku berbicara mengenai apa yang kupikirkan," tutur Suciwati kepada Okezone.

Sesekali mimik wajah Suciwati tersenyum kala mengingat obrolan lucu dengan suaminya. Di antaranya, pernyataan Munir yang menyatakan dia tidak takut dengan Pangab (Panglima ABRI). “Aku ini sama sekali tidak takut Pangab, tapi sama kamu itu lo, kok manut aku,” tutur Suciwati menirukan pernyataan Munir. Suciwati ingat betul, perkataan itu diucapkan Munir pada 2003.

Ada berbagai macam koleksi pribadi almarhum Munir di ruangan itu. Selain foto-foto, juga ada beragam piagam dan penghargaan, juga sepeda motor yang selalu dipakai almarhum untuk berjuang. “Ruangan ini memang akan kami jadikan semacam memorabilia yang berisi semua koleksi pribadi almarhum," kata Suciwati.

Meski belum rampung, namun ruang berukuran 5x5 meter persegi itu cukup mengigatkan Suciwati akan sosok yang getol memperjuangkan kaum tertindas.

“Dia itu memang sangat total kepada orang lain, apalagi dengan keluarganya sendiri,” ucap perempuan beranak dua itu.

Bahkan, lanjut Suciwati, saking loyalnya terhadap organisasi dan orang lain, dua hari setelah menikah, Munir sudah meninggalkan Suciwati untuk mengisi acara HMI. “Belum genap sebulan, dia juga ke Jakarta untuk melakukan pembelaan terhadap korban peristiwa kuda tuli,” tambah Suciwati.

Delapan tahun berlalu, namun janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menuntaskan kasus ini belum terbukri. Suciwati berharap, kebenaran akan terungkap dan kegigihannya untuk memperjuangkan keadilan bagi almarhum suaminya berbuah hasil. “Kalau tidak ingin kelam ya diselesaikan,” ujarnya.

Dia juga yakin bila kasus ini tidak terungakp dan aktor-aktor intelektual pembunuh Munir masih berkeliaran, bukan tidak mungkin peristiwa pembunuhan dan penculikan bagi mereka yang kritis akan terulang kembali.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akbar Tandjung Rekomendasikan Munas Golkar Ditunda