Kepadatan Jakarta dan Tempat Tinggal Pelaku Teror

Rumah Terduga Teroris Thorik di Tambora, Jakarta barat (Foto:okezone)

Kepadatan Jakarta dan Tempat Tinggal Pelaku Teror
JAKARTA – Sore 5 September lalu, sebuah ledakan keras mengagetkan warga di Jalan Teratai 4 RT 02/04, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Para warga mengambil langkah seribu menuju ke rumah yang dijadikan tempat berjualan pulsa telefon genggam. Tanpa pikir panjang, beberapa warga langsung berusaha mendobrak masuk kedalam.
 
Namun tanpa disangka, seseorang yang berada di dalam rumah tersebut, menahan laju warga. Thorik seorang penghuni rumah inilah yang menahan laju warga. Dia berusaha untuk membuang bahan baku bom, ke selokan yang tak jauh dari rumahnya.
 
Setelah warga berhasil masuk, Thorik sekelebat kabur. Saat ini Thorik telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan menyandang predikat terduga teroris.
 
Tempat Thorik bermukim, adalah pemukiman padat penduduk, dan kawasan Jakarta merupakan kota yang memiliki tingkat pengamanan lebih ketat di banding daerah lainnya di Indonesia. Lantas apakah Polda Metro Jaya kecolongan dengan kejadian ini?
 
“Polisi tidak merasa kecolongan terhadap kasus teroris, tentunya ini sudah di antisipasi pihak kepolisian dan seharusnya kejadian semacam di Tambora, warga harus cepat-cepat lapor kepada polisi. Polisi mengharapkan kerja sama warga dengan kepolisian,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat berbincang dengan Okezone, Jumat (7/9/2012).
 
Lalu apa antisipasi yang dilakukan polisi?

“Tiap instansi baik pemerintah dan swasta, sudah punya SOP(standard operating procedure). Seperti mall sudah ada pintu khusus atau menggunakan metal detector, satpam dan security sudah punya SOP . Polisi akan tingkatkan kewaspadaan dan bila ada yang janggal segera lapor kepolisian,” terangnya.

Apakah sop yg diterapkan di Mall tersebut akan diterapkan di kampung di jakarta juga?

“Kalau untuk kampung sudah ada himbauan. Khususnya pemilik kos-kosan dan kontrakan, agar mendata lebih lengkap, Trend terorisnya seperti itu,” tegasnya.
 
Seperti yang diketahui Ibukota, tak kali ini saja menjadi tempat bermukim terduga teroris. 21 Oktober 2009 lalu, Mabes Polri menangkap Rusli Mardani  alias Wahyu Ramadhan alias Uci alias Farid alias Zulfikar di rumah kontrakannya di Jalan Gading Sengon 7 RT 05/ RW 14, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Wahyu diketahui tengah merencanakan serangan  aksi teror bom untuk meledakan Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Selain itu juga ada beberapa kawasan tak jauh dari Jakarta yang dipilih teroris untuk bermukim seperti Ciputat, Bekasi dan Bogor. (ydh)
(ahm)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pasca-Lengser, SBY Akan Sungkem ke Orangtua