"Selama Bermanfaat, Kunker ke Luar Negeri Tidak Masalah"

|

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kunjungan kerja ke luar negeri dengan dalih sebagai alat untuk berinteraksi sosial dan lebih mengenal budaya negara lain yang disampaikan Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin menuai kritik. Pendapat tersebut dinilai tidak tepat.

"Saya kira alasannya Nurul Arifin kurang tepat untuk menjelaskan urgensi kunjungan kerja DPR ke luar negeri," ujar Analis Politik dari Charta Politika, Arya Fernandes kepada Okezone, Jumat (7/9/2012) malam.

Menurut Arya, posisi Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global sudah dilakukan sejak lama melalui kerjasama-kerjasama regional, dan internasional dan melalui lembaga-lembaga meliputi ASEAN, OPEC, PBB, dan sebagainya.

"Kalau output kunker itu bisa diukur, bermanfaat, ada transparansi publik dan dananya masuk akal saya kira tidak masalah. Yang jadi persoalan selama ini kan kebalikannya, terjadi pemborosan anggaran," kritiknya.

Dia menambahkan, selama ini kunjungan kerja tidak berkorelasi positif dengan peningkatan kinerja. Hal inilah kemudian yang memperburuk citra para legislator Senayan yang doyan pelesiran ke luar negeri. "Bahkan ada yang ketahuan jalan-jalan dan belanja-belanja," cetus Arya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin berpendapat kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri masih sangat diperlukan. Sebab kata dia, kunjungan tersebut bisa alat untuk berinteraksi sosial mengenal budaya negara lain, memperkenalkan Indonesia dan menjadi bagian dari masyarakat global hanya dapat dilakukan dengan interaksi secara langsung.

Kendati demikian, Nurul sepakat jika diberlakukan pembatasan kunjungan ke luar negeri. Dengan catatan kebijakan tersebut juga berlaku kepada pejabat di lingkungan kementerian. Namun Nurul tidak sepakat jika program kunjungan ke luar negeri dihapuskan. Sebab, anggaran untuk agenda tersebut telah disediakan. Yang dikhawatirkan, justru anggaran itu akan disalahgunakan jika tidak ada pengalokasian.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK: Tak Semua Pemilik Rekening Gendut Koruptor