Sertifikasi Ulama Mengarah ke Jebakan Birokrasi

|

Masdar (Foto: Bramantyo/Okezone)

Sertifikasi Ulama Mengarah ke Jebakan Birokrasi

SOLO - Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Masdar Farid Mas’udi mengatakan munculnya gagasan sertifikasi ulama bisa memahami dari adanya kegelisahan terhadap praktek-praktek dakwah di lapangan yang ternyata memprovokasi masyarakat untuk bertindak ekstrim atau menebarkan kebencian.

 

“Tetapi bila solusinya pada sertifikasi, maka berarti kita sudah masuk dalam jebakan birokrasi. Jebakan birokrasi itu, antara lain, kan bisa diperjual belikan. Dan siapa yang berhak memberikan sertifikat kepada ulama atau kiai,” tanya Masdar di Solo, Jawa Tengah.

 

Apalagi, lanjut Masdar, kalau yang memberi sertifikat itu orang yang tidak paham urusan, malah akan lebih salah kaprah lagi. “Dan bisa diperjual belikan juga, ini tidak menyelesaikan masalah,” ujarnya.

 

Menurut Masdar, salah satu cara untuk melakukan seleksi alami terhadap ulama yang provokatif adalah cukup dengan membuat masyarakat waspada. “Dakwah yang dilakukan oleh ulama yang lain yang tidak provokatif, sebetulnya bisa menjadi penyeimbang terhadap ulama yang suka memprovokasi. Sehingga kompetisi ada di lapangan,” jelasnya.

 

Selain itu, Masdar berharap media massa juga ikut berpartisipasi dengan tidak mengekspose aksi para ulama yang provokatif. “Sebab jika terlibat, maka jelas akan berbahaya. Artinya media seyogyanya melakukan self sensor,” tandasnya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Muktamar PPP Kubu SDA Tak Kantongi Izin Polri