Ketua KPU Kota Batam Resmi Jadi Tersangka

|

BATAM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya menetapkan Ketua KPU Kota Batam, Hendriyanto, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Batam ke KPU.

Mantan Sekretaris KPU Kota Batam, Saripuddin Hasibuan, dan Bendahara KPU Batam, Dedi Saputra, lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

“Penetapan Hendriyanto sebagai tersangka berdasarkan temuan dua alat bukti, yakni keterangan saksi dan surat-surat KPU Batam yang disita penyidik,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Made Astiti Ardjana, Selasa (11/9/2012).

Namun, pihaknya belum melakukan penahanan karena masih mempersiapkan barang bukti lain hingga dirasa cukup. Astiti enggan menyebut pasti kapan Hendriyanto ditahan. “Secepatnya setelah kami selesai memeriksa saksi-saksi,” sambungnya.

Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan ada anggota komisioner KPU Batam akan menyusul Hendriyanto jika penyidik menemukan alat bukti baru.

Sekadar diketahui, Pemkot Batam menggelontorkan dana hibah sebesar Rp17,3 miliar ke KPU Kota Batam untuk keperluan penyelenggaraan pemilihan wali kota. Dana tersebut diserahkan ke KPU dalam dua tahap, yakni pada 2010, sebesar Rp13,5 miliar, serta pada 2011 sebesar Rp3,8 miliar.

Pada 2011, Kejari Batam menduga ada penyalahgunaan dana itu. Dari Rp17,3 miliar dana yang dicairkan, kejari menghitung ada sekira Rp1 miliar yang dikorupsi.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Baru Sebulan Kerja, Anggota DPR Minta Gedung Baru