Jenius, Berbakat, dan Muda

Foto: Edvantage

Jenius, Berbakat, dan Muda
JAKARTA - Kisah-kisah anak ajaib di berbagai belahan dunia terus membuat orang takjub dan memberi inspirasi. Mereka menunjukkan berbagai kemampuan yang tidak bisa dilakukan anak-anak seusianya.

Beberapa di antara anak-anak ajaib ini membukukan nilai sangat tinggi di sekolah, beberapa lainnya piawai dalam musik. Bagaimanapun juga, di luar kemampuan anak-anak ini dalam usia yang sangat belia, sebagian orang percaya, kemampuan tersebut dicapai anak-anak itu sebagai hasil latihan keras dan tekad yang kuat.

Meski sulit membedakan hasil kerja keras dengan bakat alami, seorang anak kecil yang mampu menyelesaikan tantangan yang bahkan tidak dapat diselesaikan orang dewasa, bukanlah lawan yang sebanding. Terlahir berbakat atau tidak, seorang anak dapat memaksimalkan potensi mereka dalam waktu singkat ketika mendapat sistem pendukung yang tepat.

Berikut daftar beberapa anak ajaib di Asia, dari si jenius dalam bidang artistik dan musikal, hingga jenius dalam bidang matematika, logika, dan bahasa, seperti dilansir Edvantage, Rabu (12/9/2012).

1. Yeyeong Jin (Korea Selatan)

Gadis kecil ini mulai bermain biola pada usia tiga tahun. Dia pun memulai debut di orkestra dalam usia sangat belia. Jin, yang kini berusia depalan tahun, memainkan Mozart Concerto No. 4 ketika masih berumur tujuh tahun.

2. Anak ajaib dari Korea Utara

Dalam sebuah video yang diunggah ke situs YouTube, sekelompok anak kecil terlihat kompak memainkan gitar klasik dalam pengaturan waktu yang sangat tepat dan sempurna antara satu anak dengan anak lainnya.  Video tersebut ditonton lebih dari enam juta kali.

3. Moshe Kai (Amerika Serikat)

Kai memulai kuliah (college) pada usia delapan tahun dan lulus tiga tahun kemudian dengan GPA sempurna, 4.0. Kai tidak pernah menganggap dirinya sebagai anak jenius, tetapi seseorang yang bekerja keras dan berkemauan kuat.

Kai memilih matematika dan astronomi sebagai pelajaran favoritnya. "Semakin sulit, semakin baik," ujarnya.

Dia juga menjadi tutor bagi anak sebayanya di sekolah. Passionnya adalah bermain piano dan mendalami seni bela diri. Pada usia 11 tahun, Kai masuk universitas. Dia berkeinginan menjadi ahli astrofisika, aktor film, dan berlaga pada olimpiade 2016.

4. Win (Thailand)

Kata pertama yang keluar dari bocah dua tahun ini adalah "K-F-C". Bukan karena dia menyukai makanan cepat saji tersebut, tetapi karena dia mengenali ketiga huruf itu dalam alfabet.

Win dapat berhitung dalam bahasa Thailand hingga satu juta, dan seribu dalam bahasa Inggris. Dia juga dapat menambah, mengurangi, dan mengalikan. Ketika kebanyakan anak dapat membaca pada usia lima tahun, Win sudah dapat membaca kalimat sederhana dalam bahasa Thailand dan mengeja 500 kata dalam bahasa Inggris.

5. Shuan Hern Lee (Australia)

Ketika berusia tujuh tahun, Shuan tampil dalam acara Australia's Got Talent 2010. Shuan memainkan "Flight of the Bumblebee" dan memukau para juri. Shuan, yang kini berusia sembilan tahun, mulai memainkan piano pada usia dua tahun.

6. Shinyoung Park (Korea)

Shinyoung mulai bermain biola pada umur empat tahun. Dia kini tampil dalam dengan sebuah orkestra.

7. Dhanat Plewtianyingthawee (Thailand)

Dhanat menyelenggarakan pameran seni perdananya di Bangkok pada usia tiga tahun. Dia tidak pernah mengikuti kelas kesenian dan melukis apa pun yang dia suka. Bocah sembilan tahun ini bereksperimen dengan sedotan, bungkus plastik, dan sikat gigi, serta menyelesaikan lukisannya dalam lima hingga 10 menit.

8. Yoo Ye Eun (Korea)

Yoo Ye Eun terlahir buta dan mulai memainkan piano pada usia dua tahun.
Ye Eun dapat memainkan sebuah lagu hanya dengan mendengarkannya satu kali. Gadis sembilan tahun ini tidak pernah mengikuti kelas musik secara formal.

9. Jun (Justin) Yu (Korea)

Jun mulai bermain cello di usianya ketiga tahun. Umur lima tahun, dia diundang untuk tampil dengan berbagai orkestra di seluruh dunia.

10. Sungha Jung (Korea)

Sungha mendulang popularitas di YouTube lewat video-videonya bermain gitar. Dia cukup membutuhkan tiga hari untuk mempelajari dan melatih lagu baru. Cowok 16 tahun ini telah tampil di berbagai negara dan merilis dua album.

11. Siv Ching (Kamboja)

Pada usia dua tahun, Siv mampu menyelesaikan puzzle dengan lebih dari 1.000 potongan gambar. Siv kini berusia empat tahun.

12. Ainan Celeste Cawley (Singapura)

Ainan lulus level O Kimia ketika berumur tujuh tahun. Pada 2008, dia menjadi siswa termuda di politeknik, mempelahari modul dan bekerja di laboratorium
Singapore Polytechnic. Ainan juga belajar menulis bahasa pemograman komputer dan biologi secara otodidak.

Pada 2010, ayah Ainan, Valentine Cawley, memutuskan untuk pindah ke Malaysia untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Menurut sang ayah, pendidikan di singapura terlalu kaku dalam mengakomodasi anak-anak jenius.

13. Anushrutha (India)


Pada usia dua tahun, Anaushrutha dapat menunjukkan hampir semua negara di peta dunia. Gadis cilik ini juga dapat memberi tahu ibu kota lebih dari 150 negara dan di benua mana negara-negara tersebut berada.

Anushrutha menjadi headline dalam surat-surat kabar di Norwegia. Dia memang berasal dari India, tetapi menetap di Norwegia.

14. Kim Ung-Yong

Lahir pada 1962, Kim adalah anak ajaib dari Korea. Dengan IQ 210, Kim tercatat sebagai manusia dengan IQ tertinggi di dunia pada Guiness Book of Records.

Kim dapat berbicara dengan fasih pada usia enam bulan. Dan pada usia empat tahun, dia menyelesaikan soal kalkulus yang disiarkan televisi Jepang.

Kim diundang Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ketika umurnya delapan tahun. Dia meraih gelar doktornya pada usia 15 tahun.

Kim kembali ke Korea pada 1978, dan mengubah kariernya dari bidang fisika ke teknik sipil. Keputusannya ini pun membuatnya dianggap sebagai "si jenius yang gagal" oleh media-media massa Korea.

15. Akrit Jaswal

Akrit menyedot perhatian publik pada 2007 ketika dia melakukan operasi medis pertama di rumahnya. Ketika itu Akrit baru berusia tujuh tahun.

Pasiennya adalah gadis berusia delapan tahun. Si pasien tidak dapat membayar dokter untuk menangani masalahnya. Tangan si pasien terbakar dan melekat satu sama lain hingga dalam kepalan yang tidak bisa dibuka. Akrit tidak memiliki pengalaman mengoperasi orang ataupun pelatihan medis. Tetapi, dia berhasil melakukan operasi pemisahan jari-jari gadis itu hingga bisa digunakan seperti sedia kala.

Kini, di usianya ke-17, Akrit mengejar gelar sains di Chandigarh College. Dia merupakan siswa termuda yang pernah diterima universitas di India. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jutaan Orang di Inggirs Nyetir dalam Kondisi "Buta"