Unhas Kritisi Pemilu 2009

|

Ilustrasi : ist.

Unhas Kritisi Pemilu 2009
MAKASSAR - Pemilihan umum (Pemilu) sebagai salah satu tajuk penting dalam demokrasi dievaluasi secara kritis dalam perwacanaan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam bentuk seminar nasional. Tema yang diangkat dalam seminar tersebut ialah ‘Evaluasi Kritis Pemilu 2009 Menuju Pembangunan Politik yang Demokratis’.

Sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis ke-56 Unhas, seminar itu dihelat di Aula Prof Amiruddin, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (12/9/2012). Skala nasional terpenuhi dengan kehadiran setidaknya empat pembicara, yakni Ketua DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) RI Jimly Ashiddiqie, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI) Maswardi Rauf, dan dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas Armin Arsyad.

Sebanyak 200 orang dari kalangan civitas academica Unhas menjadi peserta seminar yang dimoderatori oleh Ari Culla tersebut. Sementara Wakil Rektor IV Unhas Dwia Aries Tina bertindak mewakili Rektor Unhas membuka acara tersebut secara resmi.

Sejak Pemilu 2004 lalu, penegakan demokrasi di Indonesia telah diikuti banyak negara lain, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Materi diskursus tersebut dikemukakan oleh Jimly yang berbicara dalam kapasitasnya selaku Ketua DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) RI.

Jimly membeberkan, beberapa negara yang mengikuti proses demokrasi ala Indonesia, di antaranya Mesir, Libya, Tunisia, Maroko, dan masih banyak lainnya. Khususnya Maroko, pihak pemerintah mereka datang langsung ke Jakarta untuk belajar dari pengalaman demokrasi RI.

“Meskipun dalam penyelenggaraan demokrasi saat ini masih banyak permasalahan yang terjadi (di Indonesia). (Contohnya) Pemilu 2009 yang sungguh sangat kacau. Banyak sekali kekacauan yang terjadi, sebut saja masalah aturan yang berubah-berubah, hingga permasalahan (mengenai) hak suara pun menjadi hal yang tak terselesaikan,” kata Jimly di Unhas, Rabu (12/9/2012).

Dia juga turut mengkhawatirkan kondisi demokrasi saat ini. Menurut Jimly, terlihat demokrasi tidak diimbangi dengan penegakan aturan sehingga mengakibatkan demokrasi cenderung bukannya membawa kebaikan malah membawa malapetaka bagi kehidupan di kalangan masyarakat. Sedangkan golongan yang paling banyak diuntungkan hanya para elite baik elite budaya, politik, dan ekonomi sehingga kesenjangan makin lebar.

Sementara pengamat politik yang juga Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI) Maswardi Rauf menyoroti secara khusus penyelenggaraan Pemilu 2009. Menurut dia, pesta demokasi tersebut menuai banyak perbedaan yang kemudian  menimbulkan perubahan.

“Perubahan-perubahan tersebut diharapkan mampu menghasilkan peningkatan kualitas pemilu di Indonesia karena pengalaman dapat dijadikan bahan untuk memperbaiki penyelenggaraan Pemilu,” tukas Maswardi.

Kendati demikian, Maswardi mengaku, perubahan-perubahan yang terjadi sebagian besar ternyata ditentukan oleh kepentingan partai-partai politik di DPR. “Padahal seyogianya lebih menekankan kepentingan pembangunan demokrasi di Indonesia,” tukas pria kelahiran Teluk Kuantan, Riau, 15 Februari 1946 itu.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku sangat penuh semangat menyambut pesta demokrasi yang akan datang. Ketua Bawaslu Muhammad mengungkapkan, pihaknya siap menyukseskan Pemilu 2014 nanti. Bahkan, dia berharap kepada mahasiswa yang hadir dalam seminar untuk bekerjasama dengan Bawaslu.

“Bagi mahasiswa lulusan cumlaude Unhas, jangan khawatir. Silakan masukkan Curriculum Vitae (CV) Anda ke Bawaslu. Insya Allah, kami akan terima dengan tangan terbuka. Kebetulan saya ada di sini, jadi kapan lagi?” tandasnya.

Sementara itu, Armin memaparkan tentang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) dan dampaknya terhadap politik dan keamanan. Senada dengan uraian Jimly, dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas itu menjabarkan, banyak sekali pelanggaran dalam Pemilu 2004 lalu. Dua masalah yang terungkap, di antaranya, yakni politik uang dan kekuasaan para elite politik. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah di Cengkareng