Publikasi Ilmiah Bukan untuk Kejar Pangkat

Foto : UGM

Publikasi Ilmiah Bukan untuk Kejar Pangkat
JAKARTA - Tidak hanya mahasiswa, para dosen dan tenaga pengajar di perguruan tinggi pun harus meningkatkan kualitas pengetahuan dengan memperbanyak penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah. Sayangnya, masih ada anggapan jika publikasi ilmiah yang sebuah kewajiban untuk mengejar kenaikan pangkat.

Ketika membuka Seminar Hasil Akhir, Research Grant on Biodiversity to Improve Quality and The Use of Arboretum, Biologi Museum and Biologi Field Station, I-MHERE Project Sub Activity Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Langkah Sembiring menegaskan, anggapan tersebut keliru. “Salah jika publikasi ilmiah hanya untuk mengejar kenaikan pangkat,” ujar Sembiring, seperti dilansir laman UGM, Kamis (13/9/2012).  

Sembiring menilai, penelitian di bidang Biologi sebagai ilmu dasar terbuka pemanfaatannya bagi masyarakat. Dengan demikian, proposal penelitian yang dihasilkan pada hibah penelitian tersebut selain berkualitas akan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. “Bagaimana penelitian yang dilakukan bisa mengungkap fenomena alam dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu serta terpublikasi,” katanya.

PIC program I-MHERE aktifitas 2.1.2 Fakultas Biologi UGM Budi S Daryono menyebut, enam penerima hibah ini fokus melakukan penelitian Kebun Biologi, Museum Biologi, serta Stasiun Penelitian Sawitsari. Ketiga lokasi ini merupakan basis keunggulan riset yang dimiliki Fakultas Biologi. “Diharapkan lokasi-lokasi ini ke depan bisa menjadi sarana pendidikan dan media pembelajaran bagi anak-anak terutama yang berpendidikan dasar dan menengah,” tutur Budi.

Pada kesempatan ini juga dipresentasikan enam penelitian mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi. Mereka adalah Utaminingsih, Yus Hargono Cahyaning Yudi, Sita Ratnawati, Utari Saraswati, Nungki Amalia Puspa Kirana, dan Widhianto Tricahyadi.

Dalam peneletiannya, Yus Hargono sepakat jika Museum Biologi, Kebun Biologi, dan Stasiun Penelitian Sawitsari merupakan wahana pembelajaran bagi dosen, mahasiswa dan masyarakat. Keberadaan fasilitas ini perlu dijaga dan ditingkatkan sarana pendukung untuk memperlancar kegiatan pendidikan dan penelitian dosen maupun mahasiswa. Salah satu upayanya adalah penambahan tanaman yang secara etnobotani dan etnofarmakologi sudah digunakan sebagai tanaman obat, misalnya sirih (genus Piper).

Lain lagi penelitian Widhianto Tricahyadi yang berbicara tentang Gama Ayam. Tujuan penelitian itu berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya ternak Gama Ayam secara ekstensif. Selain itu akan muncul kemandirian benih ayam unggul dan bukti keunggulan benih tersebut dengan observasi nilai heritabilitas produktivitas telur. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bersihkan Korupsi, Jokowi Harus Pilih Jaksa Agung dari Eksternal