Mengapa Lembaga Survei "Tiarap" di Putaran Kedua Pilkada DKI?

|

Ilustrasi (Okezone)

Mengapa Lembaga Survei

JAKARTA - Pengamat Politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya menegaskan bahwa untuk melakukan survei ada etika yang harus ditaati. Hal itu dikatakan Yunarto menanggapi 'tiarapnya' lembaga-lembaga survei di Pilkada DKI putaran dua ini. Padahal pelaksanaan Pilkada tinggal sepekan lagi.

 

Hal ini berbanding terbalik dengan Pilkada di putaran pertama beberapa waktu lalu dimana lembaga-lembaga survei berlomba-lomba mengeluarkan rilis prediksi kemenangan pasangan calon.

 

"Survei terikat pada suatu etika, kalau diminta untuk tidak di publish, ya kita tidak akan berikan hasil survei kepada masyarakat," ungkapnya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (12/9/2012).

 

Apakah tidak dilakukannya survei karena tidak adanya proyek dari tim sukses pasangan calon? Yunarto enggan menjawabnya. "Saya rasa, saya tidak perlu memberitahu anda soal itu," katanya sambil tertawa.

 

Namun, Yunarto yakin masing-masing tim sukses pasangan calon pasti sudah melakukan survei terhadap pilihan warga Jakarta pada putaran dua Pilkada DKI ini, "Tetapi mereka melakukan dengan tujuan pemenangan saja, tidak untuk konsumsi publik," tegasnya.

 

Sebelumnya, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Toto Izul Muchtar mengatakan pihaknya tidak akan merilis survei pada Pilkada di putaran dua ini.

 

"Kita akan survei internal aja bukan untuk dipublish. Jadi akan menyelenggarakan quick count aja," ungkapnya saat dihubungi Okezone.

 

Toto menjelaskan, ada beberapa pertimbangan strategis mengapa pihaknya hanya melakukan survei internal. "Survei ada, data yang untuk kepentingan kajian kita. Ada masalah terutama karakter pemilih DKI yang berbeda dengan daerah lain. Terutama dalam kasus pilkada kemarin, ada beberapa faktor yang anomali. Sekarang kami hanya untuk kepentingan kajian internal aja," kata Toto.

(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Pemilihan Daerah JKT

      Penahanan Sahroni Ditangguhkan, Peradi Apresiasi Polisi

      Pengurus Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) mengapresiasi langkah Kapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan penangguhan penahan terhadap Sahroni, seorang pembantu rumah tangga yang dituduh melakukan pencurian uang dan cincin atas laporan majikannya.

    • Pemilihan Daerah JKT

      Banjir Surut, Jalan Jatinegara Barat Kembali Dibuka

      Jalan Jatinegara Barat yang sebelumnya ditutup akibat terendam air luapan Kali Ciliwung saat ini sudah mulai dibuka. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melewati jalan yang menghubungkan Kampung Melayu dan Matraman itu.

    Baca Juga

    Demokrat Akan Jadi Idola di 2019 Jika Dipimpin SBY