Gubes Unhas Temukan Antikanker pada Tanaman Banyuru

|

Image: Corbis

Gubes Unhas Temukan Antikanker pada Tanaman Banyuru

MAKASSAR – Tanaman Banyuru atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Bayur mampu mengobati penyakit kanker. Tanaman ini mengandung antioksidan yang berfungsi sebagai antikanker atau tumor.

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Asnah Marzuki mengaku, berdasarkan hasil penelitian terhadap tanaman ini, ditemukan adanya struktur kimia tiga senyawa murni untuk bahan obat alami. "Pada senyawa hasil isolat tersebut mempunyai potensi sebagai antitumor/antikanker," ungkap Asnah Marzuki dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya dengan judul "Peran Kimia Farmasi Analisis dalam Penemuan Struktur Kimia Bahan Obat Alami" di Gedung Rektorat Unhas, kemarin.

Selain itu, ditemukan pula struktur kimia baru yakni dua senyawa triterpenoid dan satu senyawa flavanoid. Senyawa triterpenoid digunakan untuk tujuan pengobatan di banyak negara Asia untuk antiinflamasi, analgesik, antipiretik, hepatoprotektif, kardiotonik, efek penenang termasuk antioksidan dan antivirus. Sementara senyawa flavanoid memiliki efek beragam biokimia. Flavonoid juga menguntungkan pada kesehatan manusia karena memiliki antivirus, anti-alergi, antiplatelet, anti-inflamasi, antitumor dan kegiatan antioksidan.

Bayur adalah penghuni hutan dataran rendah yang tumbuh diketinggian 1.000 mdpl. Di Sulsel, tumbuhan ini dapat ditemukan di Kabupaten Bantaeng dan untuk Sulbar di Mamuju.

 Tidak hanya Asnah, dalam kesempatan kemarin, Mohammad Ivan Aziz, guru besar bidang matematika terapan, juga menyampaikan pidato guru besarnya dengan judul "Pemodelan Matematika Sebagai Suatu Solusi Cerdas Untuk Penelitian Perguruan Tinggi Di Indonesia: Kasus Pemodelan Matematika Dari Material Tak- Homogen Sebagai Material Baru".

Menurut Ivan, karena kompleksitas alam dan keterbatasan manusia, maka upaya yang dilakukan oleh ilmuwan adalah menciptakan model matematika yang mendekati keadaan sistem tersebut. Pemodelan matematika tersebut akan memberikan solusi analitis (analisis matematika) atau solusi pendekatan (metode numerik).  (herni amir/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemprov DKI Akan Bangun Jalan Layang Transjakarta