Menhan AS: Pasukan AS Siaga Hadapi Gejolak di Timteng

Marinir AS (Foto: Picanese)

Menhan AS: Pasukan AS Siaga Hadapi Gejolak di Timteng
WASHINGTON - Meningkatnya protes anti-Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akibat peredaran film Innocent of Muslims membuat AS menyiagakan pasukan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan AS Leon Panetta.

"Posisi kekuatan militer AS saat ini siaga dalam menanggapi kemungkinan terjadinya kerusuhan di sekira 17 hingga 18 negara di kawasan Timur Tengah. Kami harus siap bila unjuk rasa berlangsung di luar kendali," ujar Panetta kepada majalah Foreign Policy seperti dikutip AFP, Sabtu (15/9/2012).

Namun Panetta tidak menjelaskan secara rinci terkait hal tersebut. Spekulasi yang berkembang menyebutkan Pentangon saat ini tengah membahas kemungkinan untuk mengirimkan pleton ketiga yang terdiri dari 50 marinir yang dilatih khusus untuk melindungi Kedutaan AS di Sudan.

Pengiriman ini dimungkinkan setelah terjadinya serangan oleh sekelompok pengunjuk rasa ke Kedubes AS di Khartoum, Sudan yang menewaskan tiga orang. Bila disetujui maka pengiriman ini akan merupakan yang ketiga setelah sebelumnya AS diketahui juga telah pasukan marinirnya ke Libya dan Yaman.

Pernyataan Panetta terkait dengan kesiagaan militer AS ini muncul setelah beredarnya film Innocent of Muslim yang dinilai melecehkan Islam. Tak hanya gedung kedubes AS yang menjadi sasaran amukan massa namun sejumlah sekolah dan restoran yang menjadi simbol dari pengaruh AS juga turut menjadi target pengunjuk rasa.

Terkait dengan insiden penyerangan kedubes AS di Libya yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens, Panetta menolak berkomentar. Menurutnya masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan atas insiden tersebut. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kisah Pilu PKL Semarang di Pesta Rakyat