Wa Ode Kesal Masalah Rumah Tangganya Diungkit di Persidangan

|

Wa Ode Nurhayati (Foto: Dok. Okezone)

Wa Ode Kesal Masalah Rumah Tangganya Diungkit di Persidangan

JAKARTA - Sidang lanjutan perkara suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), dengan tersangka Wa Ode Nurzaenab sempat ricuh. Pasalnya, politikus PAN ini merasa harkat dan martabat keluarganya dijatuhkan di muka persidangan Tipikor, Jakarta.

Tak hanya sampai disitu, kericuhan bahkan terus terjadi sampai luar persidangan. Peristiwa tersebut berawal, saat Andi Haris Surahman yang menjadi saksi, membeberkan persoalan rumah tangga mantan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.

Dalam kesaksiannya, Haris mengetahui, jika Wa Ode pernah empat kali menikah. Hal itu dibeberkannya berdasarkan informasi dari pengusaha Makassar, Syarif.

Mendengar kesaksian Haris yang melebar dan diduga mengada-ada, Penasehat Hukum Wa Ode, Wa Ode Zaenab langsung mengajukan keberatan. Zaenab sendiri merupakan sepupu Wa Ode.

Menurut Zaenab Keterangan Haris dinilai tak etis disampaikan di dalam persidangan. "Ini menginjak harkat martabat keluarga kami," tegas Zaenab di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Wa Ode pun membantah keras keterangan Haris. Akan tetapi, Wa Ode mengakui jika pernah bercerai. "Bukan hal yang mudah untuk bisa bercerai dengan perwira AD dan kemudian menikah lagi," jelas Wa Ode dengan suara lantang.

Dia semakin kesal, melihat reaksi Haris yang justru senyum-senyum mendengar bantahannya. "Ini saudara Haris malah cengengesan, merasa tidak berdosa," teriaknya.

Melihat kondisi seperti itu, Ketua Majelis, Suhartoyo langsung menyudahi persidangan yang juga dihadiri saksi Sefa Yolanda (Staf Wa Ode).

Namun, situasi ini justru semakin keruh. Seorang pria yang merupakan kerabat Wa Ode berusaha menghampiri Haris yang hendak berjalan pulang. Beruntung insiden ini bisa dicegah pihak keamanan.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ratusan Guru Geruduk Kantor Ahok