Terkait Film Anti-Islam, AS Dianggap Pecundang

|

Foto : Warga Yaman serbu Kedubes AS (reuters)

Terkait Film Anti-Islam, AS Dianggap Pecundang
SANAA - Ratusan mahasiswa di Yaman mendesak pemulangan terhadap Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Yaman dan menolak kehadiran 50 personil Marinir AS. Mereka pun mengecam film "Innocent of Muslims" yang muncul di AS.

"Tinggalkan kami, budak setan, pergilah Dubes AS. Amerika kau pecundang, Nabi Muhammad tidak boleh dihina," demikian teriakan para mahasiswa Yaman, seperti dikutip AFP, Selasa (18/9/2012).

Sejumlah mahasiswa pun membawa spanduk yang mengkampanyekan pemboikotan terhadap produk-produk AS. Mereka pun menyebut AS sebagai negara yang menghina Islam dan Nabi Muhammad.
 
Pada Kamis pekan lalu, demosntran di Yaman menyerbu kantor Kedutaan Besar AS dan mengalami bentrokan terhadap aparat keamanan. Meski demikian, tidak ada staf kedutaan yang terluka, namun para pejabat Kedubes AS yakin, akan ada gelombang demonstrasi selanjutnya yang akan terjadi.

Kementerian Dalam Negeri Yaman melaporkan pula, lima orang sudah ditangkap di Kota Sanaa karena terlibat dalam serangan itu. Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi juga sudah meminta maaf atas peristiwa serangan ini.

AS pun langsung mengumumkan pengiriman 50 pasukan Marinir ke Yaman untuk melindungi pejabat misi diplomatik. Namun segala bentuk kehadiran militer asing di Yaman dinilai menjadi isu sensitif. Mahasiswa-mahasiswa itu juga menolak kehadiran pasukan Marinir AS di negaranya. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Danjen Harus Bikin Kopassus Lebih Humanis