Fresh Graduate Harus Sehat & Berkarakter

Ilustrasi : Corbis

Fresh Graduate Harus Sehat & Berkarakter
JAKARTA - Seorang fresh graduate harus memiliki berbagai keahlian dan kompetensi agar mampu bersaing dengan para pencari kerja lainnya. Saat ini, kemampuan akademik sempurna bukan lagi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan impian. Berbagai faktor tampaknya turut menjadi penentu bagi perusahaan dalam mencari pegawai.

Untuk itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan pembekalan kepada para mahasiswa yang akan diwisuda mengenai persiapan untuk menghadapi dunia kerja. Pada kesempatan tersebut hadir Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Doddy Priambodo dan Direktur Utama (Dirut) Jatim Ventura Fadjar Hutomo sebagai pembicara.

Doddy menyebut, terdapat beberapa faktor yang seringkali diabaikan namun menjadi penentu kesuksesan seorang fresh graduate. Selain kemampuan soft skill dan networking yang baik, lanjutnya, faktor kesehatan pun menjadi pertimbangan berbagai perusahaan dalam menerima alumni perguruan tinggi sebagai pekerja.

"Gaya hidup tidak sehat semasa menjadi mahasiswa akan sangat mempengaruhi kinerja seorang fresh graduate. Pola makan tidak sehat dan perilaku malas berolahraga nantinya akan merugikan mahasiswa sendiri,'' tutur Doddy, seperti dilansir dari ITS Online, Jumat (21/9/2012).

Pria kelahiran Bondowoso tersebut merinci sejumlah penyakit yang harus diwaspadai lulusan perguruan tinggi, di antaranya kolesterol dan lemak berlebih. Sebab, kedua penyakit inilah yang paling banyak diderita lulusan perguruan tinggi. Maka, dia mengimbau seluruh mahasiswa agar menjaga kesehatan dengan berolahraga secara teratur. ''Jangan sampai nanti ketika ada tes lari, kalian sudah kewalahan duluan,'' ujarnya disambut tawa calon wisudawan.

Berbeda dengan Doddy, Fadjar lebih banyak menyoroti tentang pengembangan karakter mahasiswa pascakuliah. Dia menilai, prestasi akademik mahasiswa ITS tidak selalu dibarengi dengan soft skill yang baik pula. ''Fresh graduate ITS itu cenderung kurang fight dan suka bekerja sendiri-sendiri,'' ungkap Fadjar.

Alumni Jurusan Teknik Industri ITS tersebut menuturkan, buruknya karakter mahasiswa ITS pascakuliah sangat mungkin untuk ditingkatkan. Dia merujuk pada banyaknya program pengembangan karakter yang diadakan di Indonesia. ''Kami, Ikatan Alumni (IKA) ITS bahkan juga punya program serupa, yakni Prolink yang merupakan program LKMM untuk lulusan baru,'' papar konsultan keuangan berbasis syariah itu. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pelindo II Belum Tahu Lokasi Pengumuman Kabinet Jowowi