Ini Alasan Ahok Ogah Dikawal

|

Jokowi-Ahok (foto: dok Okezone)

Ini Alasan Ahok Ogah Dikawal
JAKARTA- Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menegaskan, usai dilantik sebagai orang nomor dua di DKI Jakarta, dia akan mengikuti jejak pasangannya, Joko Widodo, untuk tidak menggunakan pengawalan (Voorijder).

"Kami tak pernah pake (voorijder) kecuali ada tamu, ataupun dipanggil ke Istana," ujar Ahok sapaan akrab Basuki Tjahja Purnama, usai diskusi Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2012).

Alasan Ahok tidak mau menggunakan voorijder, disebabkan karena penggunaan pengawalan khusus tersebut menyebabkan kemacetan yang tambah parah lagi. "Voorijder bikin keki (marah) orang," tuturnya.

Ahok mengatakan kalau hanya ke kantor (Balai Kota) saja tidak memerlukan voorijder. Untuk menghindari macet datangnya bisa dilakukan lebih pagi.

"Kalau biar tidak kena macet datangnya lebih pagi," kata Mantan Bupati Belitung Timur.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyambut baik keputusan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang memenangi quick count atau perhitungan cepat, Jokowi-Ahok, untuk tidak mengenakan voorijder setelah dilantik.
(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Pemilihan Daerah JKT

      Penahanan Sahroni Ditangguhkan, Peradi Apresiasi Polisi

      Pengurus Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) mengapresiasi langkah Kapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan penangguhan penahan terhadap Sahroni, seorang pembantu rumah tangga yang dituduh melakukan pencurian uang dan cincin atas laporan majikannya.

    • Pemilihan Daerah JKT

      Banjir Surut, Jalan Jatinegara Barat Kembali Dibuka

      Jalan Jatinegara Barat yang sebelumnya ditutup akibat terendam air luapan Kali Ciliwung saat ini sudah mulai dibuka. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melewati jalan yang menghubungkan Kampung Melayu dan Matraman itu.

    Baca Juga

    Bule Korban Pembunuhan 'Dijenguk' Putranya dari Australia