ProFauna Kecam Pemberian Izin Membawa Binatang Dilindungi

|

Ilustrasi nuri kepala hitam (Foto: pasarhewanbalikpapan.blogspot.com)

ProFauna Kecam Pemberian Izin Membawa Binatang Dilindungi

MALANG- Organisasi perlindungan satwa, ProFauna Indonesia, memprotes kebijakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Ternate, Maluku Utara, yang mengeluarkan surat izin angkut sejumlah burung nuri yang dilindungi undang-undang kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam rilisnya, ProFauna mendapatkan bukti dokumen tentang dikeluarnya empat surat izin angkut satwa oleh KSDA Ternate kepada anggota TNI AD pada Juli 2012 lalu.

"Satwa yang diizinkan untuk dibawa keluar Ternate menuju Ambon itu adalah jenis burung nuri baya (Eclectus roratus),  nuri kepala hitam (Lorius domicella), nuri ternate (Lorius garrulus), dan nuri kalung ungu (Eos squamata). Jumlahnya masing-masing sebanyak dua ekor," kata Rosek Nursahid, Chairman ProFauna Indonesia, Selasa (25/09/2012).

Seharusnya, kata Rosek, BKSDA tidak mengeluarkan surat izin angkut satwa itu, karena jelas pemeliharaan satwa dilindungi itu dilarang oleh undang-undang. Menurut UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi. Jika dilanggar bisa dikenakan sanksi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Rosek meminta Departemen Kehutanan pusat menindak tegas Kepala BKSDA Ternate yang mengeluarkan surat izin angkut burung nuri yang dilindungi.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Reaksi Puan Disebut Menteri Tak Menjanjikan