Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wabah Muntaber Serang Mentawai, 2 Warga Tewas

Rus Akbar , Jurnalis-Rabu, 03 Oktober 2012 |21:12 WIB
Wabah Muntaber Serang Mentawai, 2 Warga Tewas
Ilustrasi Pasien di Rumah Sakit (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

PADANG - Dua orang warga Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat masing-masing bocah berusia delapan tahun di Dusun Muntei dan anak usia 12 tahun Bekkeiluk, kedua korban ini tewas akibat mengidap penyakit muntaber sejak 20 September lalu.
 
Menurut Kepala Puskesmas Muara Siberut Tony Ruslim, warga Muntei yang terkena muntaber itu berjumlah 28 orang, semuanya telah mendapatkan pertolongan baik melalui Poliklinik Desa (Polindes) maupun yang langsung berobat ke Puskesmas.
 
Ia juga mengatakan, pihak kesehatan telah mendapatkan bantuan obat-obatan dari Dinas kesehatan Kabupaten sejak laporan mewabahnya penyakit itu. “Semua tenaga kesehatan yang ada telah disiapkan di masing-masing Polindes, obat-obatan pun sudah disuplai,” katanya kepada Okezone, Rabu (3/10/2012).
 
Selain di Desa Muntei, pihak Puskemas juga mendapatkan informasi di Desa Saliguma ada satu warga yang terkena penyakit sejenis. Penyebab penyakit ini karena masyarakat mengkonsumsi air yang kurang bersih. “Dari kebiasaan masyarakat, air yang dikonsumsi diambil di sungai, kemungkinan bakteri itu berasal dari sana,” jelasnya.
 
Untuk saat ini, ia mengaku, pihaknya mampu mengatasi pengobatan penderita muntaber itu.
 
Laporan korban meninggal antara Puskesmas dan Desa Muntei ada perbedaan, Tony menyebutkan, sepengetahuan pihaknya baru satu anak usia 8 tahun yang meninggal yakni di Dusun Muntei, sementara di tempat lain ia belum tahu.
 
Kepala Desa Muntei Tulut Ogok menyebutkan, korban meninggal sebanyak dua orang yakni seorang di Muntei dan satu lagi di Bekkeiluk yang meninggal Minggu, 1 Oktober lalu.
 
Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, pihaknya telah menetapkan empat titik penyelamatan darurat. Titik itu, kata Tulut untuk mempermudah koordinasi jika ada warga yang terkena penyakit pada malam hari. “Dengan adanya titik itu, proses penyelamatan penderita akan lebih gampang dilakukan karena koordinasinya lebih cepat,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, proses kematian warga akibat penyakit muntaber yang menyerang anak-anak dan orang dewasa ini berlangsung cepat. “Beberapa kasus hanya sehari, karena tak mendapat pertolongan penderita langsung meninggal, apalagi penderitanya anak-anak,” jelasnya.
 
Jadi saat ini pihak Puskemas sedang memberikan perawatan di intensif 28 orang yang terserang wabah Muntaber di Puskesmas.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement