"Serang Iran, 10 Ribu Pasukan Israel Akan Tewas?

Foto : Pasukan Iran (IST)

TEHERAN - Seorang pejabat senior Iran Mohsen Rezaei mengklaim, sekira 10 ribu pasukan Israel akan tewas bila Negeri Yahudi itu menyerbu Iran. Rezaei juga menuduh Barat menghalangi "Kebangkitan Islam" dengan mengganggu Suriah.

"Bila Israel melakukan serangan, kekuatan pertahanan Iran akan memukulnya dan angka kematian pasukan Israel bisa mencapai 10 ribu jiwa," ujar Rezaei, seperti dikutip Press TV, Senin (8/10/2012).

"Kami tidak ingin berperang, namun kami selalu siap mempertahankan diri dari segala bentuk serangan. Tentu saja, Zionis itu tidak berani menyerang Iran dan hanya sanggup membicarakan perang guna mengambil hati Presiden Amerika Serikat (AS)," imbuhnya.

Mantan pejabat Garda Revolusi Iran itu menggunakan terminologi "Kebangkitan Islam" untuk menyebut Arab Spring. Rezaei menilai, selama ini Barat selalu mencoba menggagalkan "Kebangkitan Islam" dengan mengganggu urusan domestik di Suriah.

Sejauh ini, inisiatif Israel terhadap serangan militer ke fasilitas nuklir Iran, tidak didukung oleh AS. Namun AS pernah mengatakan, negaranya dan Israel tidak mengesampingkan langkah apapun untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Fasilitas nuklir itu adalah salah satu obyek yang paling ditakuti Israel. Menurut Israel, Iran sebentar lagi sudah memproduksi senjata pemusnah massal lewat program pengayaan uraniumnya.

Pernyataan Israel juga didukung oleh AS dan Barat, meski demikian Negeri Persia selalu menepis laporan itu. Iran menegaskan bahwa, program nuklirnya digunakan untuk kepentingan damai.

Pernyataan Iran pun didukung oleh salah satu negara mitra Barat yaitu Turki. Selama ini, Turki yang selalu berbeda pendapat dengan Iran atas kasus Suriah, tidak pernah menyetujui adanya serangan militer ke Iran, karena bagi Turki, Iran memang berhak memanfaatkan nuklir untuk kepentingan yang damai. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bersihkan Korupsi, Jokowi Harus Pilih Jaksa Agung dari Eksternal