Wa Ode Siap Bacakan Pledoi Sore Ini

|

Wa Ode Nurhayati (Dok. Okezone)

Wa Ode Siap Bacakan Pledoi Sore Ini

JAKARTA - Terdakwa suap alokasi Dana Penyesuaian Insfrastruktur Daerah (DPID), Wa Ode Nurhayati, akan membacakan pledoi atau nota pembelaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Wa Ode mengatakan akan membaca pledoi setebal sembilan halaman tulisan yang berisi bantahan menerima suap Rp6,25 miliar dari Fahd El-Fouz alias Fahd Arafiq.

"Pledoi saya ada sembilan lembar. Khususnya soal Pasal 12 a (UU Pemberantasan Korupsi), soal hadiah menerima janji," kata Wa Ode saat ditanya di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2012).

Adapun pengacaranya, akan membacakan pledoi setebal 700 halaman. Menurut pengacara Wa Ode, Wa Ode Nurzaenab, isi pledoinya berisi semua bantahan tuntutan jaksa. "Pledoi kami, sekitar 700 lembar," kata kuasa hukum Wa Ode, Wa Ode Nur Zaenab.

Dalam tuntutan, mantan anggota Banggar DPR itu dituntut hukuman 14 tahun penjara untuk dua tindak pidana. Wa Ode dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima suap terkait DPID dan terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang atas kepemilikan uang Rp50,5 miliar dalam rekeningnya.

Selain hukuman penjara, Wa Ode dituntut membayar denda Rp500 juta untuk masing-masing tindak pidana. Nilai denda Rp500 juta tersebut dapat diganti dengan kurungan tiga bulan. 

Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, Wa Ode terbukti melanggar Pasal 12 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kesatu primer. Untuk itu, jaksa menuntut hakim memvonis Wa Ode bersalah dan menghukumnya empat tahun penjara.

Terkait pencucian uang, Wa Ode dianggap terbukti melanggar Pasal 3 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang sesuai dengan dakwaan kedua primer sehingga jaksa meminta hakim menghukum Wa Ode 10 tahun penjara.

Terkait tindak pidana korupsinya, Wa Ode dianggap terbukti menerima suap Rp 6,25 miliar dari tiga pengusaha, yakni Fahd El Fouz, Paul Nelwan, dan Abram Noch Mambu melalui Haris Surahman.

Pemberian tersebut terkait dengan upaya Wa Ode selaku anggota Panita Kerja Tranfer Daerah Badan Anggaran DPR dalam mengupayakan Kabupaten Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Minahasa sebagai penerima anggaran DPID.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Truk Terbakar di Tol Cawang, Lalin Macet 2 KM