72 Ekor Buaya Disita dari Penangkaran Ilegal

|

Buaya disita dari penangkaran ilegal (foto: Rohmat/Okezone)

72 Ekor Buaya Disita dari Penangkaran Ilegal

DENPASAR - Sebanyak 72 ekor buaya disita petugas Dit Reskrimsus Polda Bali dan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dari lokasi penangkaran ilegal di Bali pada Selasa 9 Oktober kemarin. Kondisi buaya dalam keadaan memprihatinkan.

Puluhan satwa yang dilindungi itu diamankan dari Taman Buaya dan Reptil Indonesia Jaya yang berlokasi di Banjar Binong Desa Werdi Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

72 ekor buaya yang diselamatkan, terdiri dari 63 ekor buaya muara, dua ekor buaya Irian, dua ekor buaya Senyulong, satu ekor buaya putih, 4 ekor anak buaya Irian, 1 tengkorak buaya, dan 3 telur buaya.

Selain menyita puluhan buaya yang kondisinya memprihatinkan, Suharta Arifin, pemilik Taman Buaya juga dimintai keterangan karena tempat usahanya diketahui tidak mengantongi izin.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, pemilik tidak dapat menunjukkan izin untuk menyimpan, mengelola, dan memelihara satwa liar sehingga diambil tindakan," beber Kasubbid Penmas Polda Bali Ajun Komisaris Besar Sri Harmiti saat jumpa pers di Mapolda Bali, Rabu (10/10/2012).

Penindakan diambil terhadap tempat penangkaran buaya yang didirikan tahun 1995 itu, setelah beberapa kali peringatan lisan dan tertulis yang dilayangkan pada 2007 dan 2009, tidak digubris.

Pemilik diberikan waktu cukup lama untuk mengurus proses perizinan, namun tidak kunjung diselesaikan sehingga diambil tindakan tegas. "Tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 junto pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Ancamannya 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta," kata Harmiti menambahkan.

Selain mengamankan pemilik, dua saksi lainnya diperiksa adalah Perdi Supriatna, karyawan bersangkutan, dan Ketut Lasia, anggota BKSDA yang ikut terlibat dalam pemeliharaan tanpa izin reptil dilindungi tersebut.

Dalam kesempatan sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, menjelaskan, kondisi lokasi penangkaran, sangat memprihatinkan dan tidak memenuhi syarat teknis layaknya penangkaran satwa yang dilindungi.

Misalnya, pagar kandang buaya tidak dilengkapi kunci pintu pengaman yang memadai dan sangat dekat dengan pengunjung, sehingga hal itu sangat membahayakan keselamatan mereka yang berkunjung.

Demikian juga, di lokasi ditemukan beberapa satwa liar yang tidak terurus mengalami luka bahkan ada yang mati. Penangkaran yang dilakukan tersangka, sangat tidak memenuhi kriteria.

Saat ini, puluhan reptil itu dititipkan di taman satwa yang telah memiliki izin di Bali seperti di Taman Safari dan tempat lainnya.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mensos Khofifah Buka Acara Puncak HKSN