Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PMI Bantu 50 Ribu Sarung untuk Pengungsi Myanmar

Ahmad Dani , Jurnalis-Jum'at, 12 Oktober 2012 |15:08 WIB
PMI Bantu 50 Ribu Sarung untuk Pengungsi Myanmar
Petugas PMI beri bantuan sarung (foto: PMI)
A
A
A

JAKARTA - Menindaklanjuti operasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) di Myanmar, PMI memberangkatkan barang bantuan berupa 50 sarung bagi para pengungsi korban konflik di Myanmar.

Bantuan diberangkatkan via jalan darat dari Gudang Regional PMI di Serang Banten menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk selanjutnya dengan kapal laut menuju Singapura menuju Yangoon Myanmar. Di Yangoon, bantuan akan diterima oleh pihak Palang Merah Myanmar untuk dibawa ke Sitwee di Rakhine State.

Sarung sejumlah 50 ribu ini merupakan hasil dari donasi yang telah diberikan oleh Lembaga Taruna Merah Putih dan Harian Republika yang telah diterima oleh PMI beberapa waktu lalu melalui Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. Total nilai bantuan sarung ini adalah sebesar Rp750 juta.

“Bantuan ini merupakan rangkaian dari apa yang telah PMI lakukan dalam operasi kemanusiaan ke Myanmar yang telah dimulai sejak Agustus lalu hingga saat ini. Sebelumnya, PMI telah mengirimkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi seperti hygiene kit dan selimut,” jelas Sekretaris Jendral PMI Budi A. Adiputro dalam rilisnya kepada Okezone, Jumat (12/12/2012).

Pada Agustus lalu, PMI telah mengirimkan bantuan logistik berupa 500 paket Hygiene kit, 3.000 selimut dan 10.000 sarung. Selain bantuan logistik, pada akhir September PMI mengirimkan 14 personel gabungan tim medis dan watsan (Water and Sanitation) serta menyumbangkan 1 (satu) unit ambulans untuk menunjang operasional tim medis di Myanmar.

(Ahmad Dani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement