Muslim di Kudus Tak Sembelih Sapi untuk Kurban, Kenapa?

Kamis, 25 Oktober 2012 10:42 wib | Taufik Budi - Sindo TV

(Ilustrasi sapi unggul asal Gresik, Dok: RCTI) (Ilustrasi sapi unggul asal Gresik, Dok: RCTI) KUDUS - Masyarakat Muslim di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih memegang teguh tradisi tidak memotong sapi saat Idul Adha. Hal itu sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus, KH Syafiq Nashan, mengungkapkan, warga tidak menyembelih sapi untuk berkurban karena mengikuti fatwa Sunan Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus.

Syafiq mengatakan, sekira 500 tahun lalu Sunan Kudus megeluarkan fatwa kepada keluarga dan pengikutnya agar tidak menyembelih sapi sebagai hewan kurban. Sebab pada masa itu, mayoritas penduduk Kudus merupakan penganut Hindu. Umat Hindu meyakini sapi disucikan para dewa.

Sunan Kudus, kata Syafiq, mengeluarkan fatwa itu untuk menghargai kepercayaan agama lain.

Dia melanjutkan, pada Idul Adha di zaman Sunan Kudus, sapi-sapi hanya ditaruh di sekitar Masjid Al Aqsa Menara dan tidak ada yang disembelih. Sebagai gantinya, hanya kerbau dan kambing yang dijadikan hewan kurban.

Dengan cara tersebut, warga Hindu tidak merasa terhina dan tetap dihargai kepercayaannya.

Pendekatan Sunan Kudus itu terbukti efektif, sehingga banyak penganut Hindu yang datang ke masjid untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Bahkan banyak di antara mereka yang akhirnya berpindah dan memeluk Islam.

Syafiq menegaskan, tidak ada larangan untuk menyembelih sapi dalam Islam sehingga sah-sah saja sebenarnya bagi warga Kudus untuk menyembelih sapi.

Kendati demikian, lanjut Syafiq, warga Kudus tampaknya tidak menyembelih sapi untuk berkurban. Mereka masih mengikuti fatwa Sunan Kudus. Bahkan, sejumlah perusahaan dan intansi pemerintahan juga menghindari menyembelih sapi.
(Taufik Budi/Sindo TV/ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »