Penangkapan Teroris Ibarat 'Celengan' Pengalihan Isu

Selasa, 30 Oktober 2012 09:04 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Penangkapan Teroris Ibarat 'Celengan' Pengalihan Isu Ilustrasi (Okezone) JAKARTA - Penangkapan sebanyak 11 orang teroris di sejumlah tempat di Indonesia cukup mengejutkan publik. Namun, ada dugaan hal itu ibarat 'celengan' untuk pengalihan isu-isu besar yang kini sedang berkembang.
  
"Kita melihat sepertinya penangkapan, pengungkapan dan penembakan, itu seperti sebuah 'celengan' yang sewaktu-waktu dikeluarkan dan sewaktu-waktu disimpan," ungkap Anggota Komisi III Bambang Soesatyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Bambang menambahkan, pengeluaran dan pengungkapan teroris ini selalu bertepatan dengan isu besar yang sedang terjadi atau berkaitan dengan kekuasaan.

"Kita lihat misalnya dari beberapa kasus besar seperti Century, ada pernyataaan oleh pemuka agama, ada penangkapan teroris. Jadi ini selalu bertepatan dengan peristiwa besar yang biasanya menyudutkan Istana. Barulah teroris ini terungkap, ada yang ditembak, digerebek dan ditangkap," paparnya.

Meskipun penangkapan teroris merupakan prestasi bagi Polri, namun Politisi Golkar ini heran dengan kemunculan penangkapan teroris yang mengalihkan isu-isu besar. Akibatnya, publik menilai ini sebagai celengan isu yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu atau pada waktu yang tepat.

Wakil Bendahara Umum Golkar ini, menyatakan seharusnya yang dapat mengendus keberadaan teroris tidak hanya Polri. Tapi ada Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

"Seharusnya tak hanya Polri saja, kan ada BNPT dan BIN, tetapi kalau lembaga ini berkolaborasi dengan kekuasaan karena kan satu suara. Nah, biasanya isu-isu ini muncul ketika opini dimunculkan di Istana, ini muncul di situ," simpulnya.

Sebelumnya, Sabtu pekan lalu Polri melalui tim Datasemen Khusus (Densus) 88 berhasil menangkap 11 teroris diantaranya, dua orang yang ditangkap di Gang H. Kimin, di RT/RW 03/09 No.24, Palmerah, Jakarta Barat pbernama Herman Setiono (20) dan David Ashari (18).

Peristiwa penangkapan terjadi setelah azan zuhur, saat hujan deras pukul 12.30 WIB. Belum diketahui siapa satu pemuda lainnya yang dibawa personel Densus. Informasi yang dihimpun pemuda itu bernama Yanto.

Kemudian, tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap dua terduga teroris di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut Densus mengamankan Barang bukti yang diamankan serbuk, magazine, hardisk dan dokumen serta peluru kaliber 55 milimeter.

Tak berhenti sampai disitu, tim Densus 88 Mabes Polri kembali membekuk terduga teroris yang belum diketahui identitasnya di sebuah rumah yang terletak di Jalan Lawu Timur No 4 RT 005/RW 009, Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Informasi yang dihimpun Okezone dari lokasi penggerebekan yang mengejutkan warga, rumah tersebut diketahui warga milik Bakrun warga setempat.

Selain, menangkap terduga teroris di Jakarta, Bogor dan Solo, terduga teroris lainnya yakni Agus Anton Figian juga diciduk di Madiun, Jawa Timur. Polisi juga menyisir perumahan kontrakan rekan Agus yang telah di tangkap bersamaan. Perumahan yang terletak di tengah Kota Madiun tersebut di duga di gunakan menyimpan bahan peledak.
 
Aparat kepolisian Resort Madiun Kota dan beberapa personel Detasemen Khusus (Densus) 88 nampak bersiaga di sebuah rumah kontrakan terduga teroris di Perumahan Puri Artha, Jalan Sukoyono, Kota Madiun, Jawa Timur. (put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »