PBB Klaim Produksi Opium Myanmar Meningkat

|

Foto : Opium Asia Tenggara (UN.org)

PBB Klaim Produksi Opium Myanmar Meningkat
BANGKOK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, hasil pertanian opium di Myanmar meningkat. Peningkatan itu disertai pula dengan peningkatan konsumsi obat-obatan terlarang jenis heroin di Asia.

Meski Pemerintah Myanmar mengobarkan perang terhadap opium di Asia Tenggara, produksi opium justru semakin meningkat. Saat ini, Myanmar dinobatkan sebagai negara produsen opium terbesar kedua, setelah Afghanistan.

"Lahan pertanian yang ditanami opium semakin bertambah, saat ini, 51 ribu hektare lahan pertanian Myanmar ditumbuhi opium. Tanaman ilegal itu ditanam di Negara Bagian Kachin dan Shan, yang berbatasan dengan China, Laos dan Vietnam," demikian laporan dari PBB, seperti dikutip Associated Press, Rabu (31/10/2012).

Seperti diketahui, wilayah Kachin dan Karen merupakan wilayah yang rawan pemberontakan. Opium menjadi pilihan petani untuk bercocok tanam karena tanaman itu menghasilkan uang yang cukup banyak bagi para petani miskin.

Menurut estimasi, 690 metrik ton opium di Myanmar dapat menghasilkan keuntungan sebesar USD359 juta atau sekira Rp3,4 triliun. Pada tahun lalu, Myanmar pun berhasil memproduksi lebih dari 610 metrik ton opium.

Konsumen opium Myanmar terbesar adalah China, beberapa konsumen lainnya juga ada di Asia Timur serta wilayah Pasifik lainnya. Myanmar, Laos dan Thailand juga sering disebut dengan nama Golden Triangle, karena dari wilayah itulah opium diproduksi dengan jumlah yang banyak. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    KPK Diminta Segera "Garap" Delapan Calon Menteri Bermasalah