3 Kapal Asing Masuk Wilayah RI Tanpa Izin Kemudian Buang Limbah

BATAM - Jajaran TNI Angkatan Laut dari Gugus Keamanan Laut Armada Barat (Guskamla Armabar) mengamankan tiga kapal asing di perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pembuangan limbah berupa oli bekas.

Akibat pembuangan limbah tersebut, perairan di sekitar Pulau Berakit dicemari limbah sehingga tangkapan nelayan berkurang. Kapal tersebut juga diketahui memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. Kini kapal tersebut sedang ditarik Batam untuk diperiksa lebih lanjut.

Tiga kapal itu, masing-masing dua tug boat Brit Oil 41 dan Brit Oil 120 berbendera Singapura, serta satu bunker Khalij E Effans berendera Finofuti.

Komandan Guskamla Armabar, Laksma Pranyoto, menerangkan, kapal bunker Khalij E Effans ditumpangi 34 ABK dan dua tug boat Brit Oil dinaiki 29 ABK.

Untuk mengamankan tiga kapal asing itu, kata Pranyoto, pihaknya mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Sibarau, KRI Pulau Rusa, dan KRI Pulau Rangsang.

“Ada informasi kapal yang membuang limbah di sekitar perairan Tanjung Berakit. Lalu kami kirim KRI Sibarau untuk cross check dan kedua kami kirim KRI Pulau Rusa dan KRI Pulau Rangsang. Targetnya jelas, nanti kami buktikan di pantai,” beber Pranyoto, Sabtu (3/11/2012).

Kapal tersebut, lanjut dia, berlayar dari China dengan tujuan Teluk Persia, namun melenceng masuk ke wilayah Indonesia.

Akibat pembuangan limbah tersebut, nelayan di Kampung Pengudang, Kecamatan Teluk Sebung, Kabupaten Bintan, merasakan dampaknya. Sejak tiga hari terakhir air pantai di sekitar Kampung Pengudang berubah menjadi hitam dicemari oli bekas.

Selain itu, seluruh alat tangkapan nelayan, seperti jarring, pukat, serta tali, menjadi kotor.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Marwan Ja'far Menghadap Jokowi