Megawati Elus 3 Nama untuk Gantikan Pastika di Pilgub Bali

|

I Made Mangku Pastika (Foto: Okezone/Rohmat)

Megawati Elus 3 Nama untuk Gantikan Pastika di Pilgub Bali
DENPASAR - Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri tengah menimbang tiga nama yang akan direkomendasi sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Gubernur Bali pada 15 Mei 2013 mendatang.

Dari tiga nama elit PDIP itu, ternyata nama Made Mangku Pastika yang saat ini menjabat Gubernur Bali, justru tidak masuk di dalamnya. Kabar ini dibenarkan elit PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Bali.

Menyangkut jago PDIP di pilgub mendatang, kata Puspayoga, saat ini masih menunggu rekomendasi DPP PDIP setelah beberapa nama disetor berdasar hasil penjaringan dan survei.

Menyinggung kabar hubungan antara dirinya dan Gubernur Pastika mengalami keretakan gara-gara kepentingan keduanya akan maju dalam pilgub, Puspayoga menepisnya.

"PDIP sudah jelas aturannya. Siapapun yang direkomendasi oleh DPP, dalam hal ini Bu Mega, mungkin Pak Nyoman Adi Wiryatama (Sekretaris DPD PDIP Bali), mungkin Pak Candra (Wayan Candra, Bupati Kabupaten Klungkung), mungkin juga saya, siapapun itu harus kita dukung," kata Puspayoga dalam keterangan resminya di Denpasar, Kamis (15/11/2012).

Hanya saja, sampai saat ini rekomendasi yang ditunggu-tunggu DPD PDP Bali belum juga dikeluarkan oleh Megawati. "Kalau saya ditunjuk oleh partai, ya saya siap. Kalau pun tidak, ya saya akan mendukung siapapun yang direkomendasi oleh partai," kata mantan Wali Kota Denpasar dua periode ini.

Soal figur yang direkomendasi, kata pria yang akrab disapa ajung ini, tetap masih misteri dan menjadi rahasia atau di tangan Megawati. Tidak ada orang yang bisa tahu siapa yang direkomendasi, karena rekomendasi itu rahasia DPP.

"Dalam pilkada tidak bisa ada yang memastikan kalah menang seseorang itu kecuali Tuhan. Itu rahasia Tuhan," ucapnya.
(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ical: Habibie Sakit tapi Masih Pikirkan Indonesia