Lancarkan Persalinan? Bercinta Lebih Sering

Selasa, 27 November 2012 22:11 wib | K. Wahyu Utami - Okezone

Lancarkan Persalinan? Bercinta Lebih Sering Intim saat hamil (Foto: fitpregnancy) KELANCARAN persalinan menjadi impian semua ibu hamil. Selain menjaga kondisi fisik, hal tersebut dapat dibantu dengan seringnya Anda bercinta dengan pasangan.

Sebuah studi dari University of Malaya di Malaysia tidak menemukan perbedaan dalam proses kelahiran pada wanita yang sedang hamil tua dengan berhubungan seks dalam jangka dekat dengan mereka yang abstain melakukannya, seperti dilaporkan Dailymail.

"Kami sedikit kecewa bahwa kita tidak menemukan asosiasi," kata Dr Tan Peng Chiong.

Namun, tim mengatakan berhubungan seks biasanya aman sebelum air ketuban wanita hamil pecah. Dr Chiong mengatakan di masa lalu para ilmuwan telah mengusulkan sejumlah penjelasan biologis yang masuk akal mengapa seks dapat menginduksi persalinan agar lancar.

Dan jawaban yang ditemukan yaitu, air mani mengandung zat mirip hormon yang disebut prostaglandin, yang digunakan dalam bentuk sintetis untuk menginduksi persalinan. Dia juga menyarankan bahwa orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun, beberapa studi yang pernah menyelidiki mengenai apakah seks benar-benar dapat memperlancar proses melahirkan menemukan bahwa hanya sedikit bukti yang membuktikan hal tersebut.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal BJOG, tim memberikan saran pada wanita untuk berhubungan seks selama minggu terakhir jelang persalinan karena bisa membantu mereka menghindari induksi.

Para peneliti melibatkan lebih dari 1.100 wanita hamil untuk berpartisipasi dimana usia kehamilan mereka mencapai 35-38 minggu dan tidak ada satupun dari mereka yang berhubungan seks dalam enam minggu sebelumnya.

Hasilnya, setengah dari responden tersebut disarankan dokter untuk sering berhubungan seks sebagai sarana aman mempercepat kelahiran sang bayi. Sementara itu, setengah responden lainnya diberikan informasi bahwa seks itu aman dilakukan selama kehamilan, tetapi dampaknya kerjanya tidak diketahui. 

Mereka menemukan bahwa 22 persen dari wanita yang disarankan untuk berhubungan seks dan 20,8 persen dari kelompok lain yang memiliki induksi terdapat perbedaan yang sangat kecil. Kehamilan kedua grup ini  rata-rata berusia 39 minggu.

Dr Chiang Tan mengatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan jika kehamilan berevolusi menjadi resisten terhadap gangguan.

"Kehamilan ibu hamil memang harus kuat untuk merasakan sedikit petualangan seperti hubungan seksual, tapi tampaknya aktivitas itu cukup kuat dilakukan sampai akhir," katanya, sebagaimana dilansir Mid Day. (ind) (tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »